Kitakini.news - Sahur adalah ibadah, namun langsung
tidur setelahnya bisa celaka. Ya, ragam risiko bisa muncul jika itu tetap dilakukan.
Melansir berbagai sumber, Rabu (4/3/2026), sahur biasanya dilakukan di jam-jam 'rawan' kantuk, itulah sebab banyak yang ingin buru-buru kembali tidur setelahnya.
Namun, nyatanya, tidur usai sahur ternyata bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Berikut beberapa risiko yang bisa muncul akibat langsung tidur usai sahur:
1. Berisiko Berat Badan Naik
Penelitian menunjukkan bahwa tidur segera setelah makan dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak dan kenaikan berat badan.
Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk membakar kalori dari makanan yang baru saja dikonsumsi.
Jika pola ini berlangsung terus-menerus, risiko obesitas bisa meningkat.
2. Memicu gangguan pencernaan
Dyspepsia atau gangguan pencernaan sering terjadi ketika makanan belum sepenuhnya dicerna, tetapi tubuh sudah dalam posisi berbaring.
Ini bisa menyebabkan rasa penuh di perut, kembung, mual, hingga nyeri di bagian ulu hati.
3. Mengganggu kualitas tidur
Tidur setelah sahur bisa membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
Proses pencernaan yang masih berlangsung dapat menyebabkan tubuh tetap aktif, sehingga tidur menjadi tidak dalam dan kurang berkualitas.
Akibatnya, saat bangun nanti, tubuh tetap merasa lelah dan kurang segar.
4. Risiko asam lambung naik
Langsung tidur setelah makan, termasuk setelah sahur, dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Posisi berbaring mempermudah refluks asam yang bisa menimbulkan sensasi perih di dada (heartburn) dan rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), tidur setelah sahur bisa memperburuk gejala yang sudah ada.