Kitakini.news - Ada kalanya
badan mendadak
lemas dan
kepala pusing, tapi kita tak tahu penyebabnya dan kita hanya menganggapnya buah dari rasa ketih.
Padahal, tidak sesederhana itu. Badan lemas dan kepala pusing bisa berasal dari penyakit tertentu. Ketahuilah agar risiko yang lebih berbahaya bisa dihandari.
Melansir berbagai sumber, Selasa (16/6/2026), badan lemas biasanya membuat tubuh tak bergairah, sementara kepala pusing membikin munculnya sensasi berputar atau merasa hilang keseimbangan.
Berikut beberapa penyebab badan lemas dan kepala pusing:
1. Gula darah rendah
Ketika kadar gula darah menurun, seseorang dapat merasa lemas disertai pusing.
Gula darah rendah atau disebut hipoglikemia dan dalam kondisi tertentu, apabila dibiarkan, bisa membuat si penderita tersebut pingsan.
Sebagai informasi, bagi orang dewasa, kadar gula darah normal berada di kisaran 100-180 mg/dL per hari.
2. Tekanan darah rendah
Siapa sangka bahwa tekanan darah rendah dapat menyebabkan aliran darah ke otak berkurang. Hal ini bisa membuat seseorang merasa lemas dan pusing.
Bahkan, dalam kondisi yang lebih parah, bukan tidak mungkin timbul keadaan seperti hendak pingsan.
3. Anemia
Anemia juga jadi salah satu penyebabnya. Anemia merupakan kondisi saat tubuh kekurangan sel darah merah.
Seandainya hal ini dialami oleh seseorang, badan lemas dan pusing kerap kali melanda. Pasalnya, organ dan otot tidak cukup memperoleh oksigen yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.
4. Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi saat badan tidak mempunyai cairan yang cukup. Misalnya, ketika seseorang selesai berolahraga dalam cuaca panas, lantas kurang minum.
Akibat yang ditimbulkan tiada lain adalah badan lemas serta kepala pusing. Apabila tidak diatasi dengan cepat, kondisi lemas dan pusing tersebut bukan tak mungkin berlangsung cukup lama.
5. Sindrom kelelahan kronis
Sindrom kelelahan kronis merupakan kondisi yang menyebabkan seseorang merasa lelah tiada tara meskipun waktu tidurnya lebih dari cukup.
Jika seseorang mengalami sindrom ini, gejala yang akan diderita berupa lemas dan pusing.
6. Aritmia atau gangguan irama jantung
Sesuai namanya, gangguan irama jantung atau aritmia berpengaruh pada detak jantung yang bisa terlalu cepat atau bahkan terlampau lambat.
Selain pusing dan kelelahan, gejala lainnya dari aritmia adalah sesak napas, nyeri dada, bahkan pingsan.
7. Migrain
Salah satu jenis sakit kepala yang cukup dikenal adalah migrain. Umumnya migrain ditandai dengan sakit kepala yang intens.
Tak hanya itu, ada pula tambahan gejala lain dari migrain seperti mual, pusing, hingga lemas.