Kitakininews.co.id - Memasuki usia sekolah dasar, kebiasaan makan dan minum anak mulai berubah. Pada rentang usia 7 hingga 12 tahun, tidak sedikit anak yang mulai enggan mengonsumsi susu dan justru lebih tertarik pada minuman dengan rasa yang mereka anggap menyenangkan, termasuk cokelat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di satu sisi, anak membutuhkan asupan nutrisi untuk menunjang aktivitas dan pertumbuhan. Di sisi lain, orang tua harus mencari pilihan yang tetap disukai anak tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi penting bagi perkembangan otak.
Salah satu perhatian utama adalah DHA. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016, sekitar delapan dari 10 anak Indonesia berusia 4–12 tahun disebut memiliki asupan EPA dan DHA di bawah tingkat minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.
DHA sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung fungsi otak. Kebutuhannya menjadi semakin relevan pada usia sekolah ketika anak menghadapi berbagai aktivitas belajar yang membutuhkan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan menerima informasi.
Melihat tantangan tersebut, PT Mayora Indah Tbk menghadirkan Champion, minuman cokelat yang diklaim sebagai minuman cokelat pertama di Indonesia yang diperkaya DHA.
Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, Haruman Rustandi, mengatakan produk tersebut dikembangkan berdasarkan persoalan yang kerap dihadapi keluarga.
"Sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik untuk anak. Tapi memaksa anak minum sesuatu yang tidak mereka suka hanya menciptakan konflik di rumah," ujar Haruman Rustandi.
Menurut Haruman, gagasan menghadirkan produk tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mempertemukan cita rasa yang disukai anak dengan nutrisi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.
"Champion lahir dari pemahaman mendalam tentang tantangan ini," katanya.
Produk tersebut memadukan rasa cokelat malt dengan DHA dan sejumlah nutrisi yang ditujukan untuk melengkapi kebutuhan harian anak usia sekolah. Konsepnya dibuat agar minuman bernutrisi tidak harus identik dengan pilihan yang kurang menarik bagi anak.
Kandungan DHA menjadi salah satu pembeda yang ditonjolkan. Selain itu, produk ini menawarkan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan fisik anak yang aktif serta cita rasa cokelat malt yang dirancang agar lebih mudah diterima anak.
Haruman menegaskan bahwa rasa dan nutrisi seharusnya tidak ditempatkan sebagai dua pilihan yang berlawanan.
"Kami percaya bahwa minuman yang enak dan minuman yang bernutrisi tidak harus menjadi dua hal yang berbeda," ungkapnya.
Ia menambahkan, kehadiran produk tersebut diharapkan dapat membantu orang tua menghadirkan alternatif minuman yang menyenangkan sekaligus memiliki nilai nutrisi dalam keseharian anak.
"Champion membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan berdampingan, dan anak-anak Indonesia layak mendapatkan keduanya sekaligus," kata Haruman.
Peluncuran ini sekaligus membawa misi yang lebih luas, yakni mendukung kebutuhan nutrisi generasi usia sekolah. Dengan memberikan perhatian terhadap kecukupan nutrisi, termasuk DHA, sejak masa pertumbuhan, orang tua diharapkan dapat lebih mudah memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Bagi keluarga yang menghadapi fase ketika anak mulai meninggalkan susu, kehadiran minuman cokelat bernutrisi ini menawarkan pendekatan berbeda: mempertahankan pengalaman minum yang disukai anak sembari menghadirkan tambahan nutrisi dalam satu sajian.