Waspada, Ini Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

- Jumat, 10 Maret 2023 14:00 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202303/matahariii.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Sebenarnyasinar matahari menjadi bahan alami yang mampu mencukupi asupan vitamin Dtubuh. Manfaatnya tidak hanyamembantu proses pembentukan tulang pada anak. Pada orang dewasa, paparan sinar UV efektif membantu melindungitulang tetap sehat dan kuat seiring dengan bertambahnya usia. Manfaat lainnya, yaitu menjaga kepadatan tulang gunamencegah osteoporosis.

Meski bermanfaat, paparan sinar UV langsung ke kulit dapatmemicu masalah kesehatan. Contohnya, munculnya tanda penuaan dini, peningkatanrisiko kanker kulit, dan melasma. Jadi, tetap batasi paparannya, ya.

Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

Paparan sinar UV(ultraviolet) berlebihan dapat merusak serat kolagen dan elastin (lapisandermis) pada kulit. Dilansir darilaman Halodoc, berikut ini berbagaibahaya sinar matahari untuk kulit:

1. Penuaan Dini

Penuaan dini merupakan dampak yang terjadi ketika kulitterlalu lama terpapar sinar UV. Paparan sinar matahari langsung dalam jangka panjang dapatmenyebabkan, kulit jadi keriput, kendur, dan pori-pori membesar.

2. Risiko Kanker Kulit

Efek jangka panjang lainnya adalah peningkatan risiko kankerkulit. Paparan sinar UV berlebihan berpotensi mengakibatkan materi genetik pada sel kulit. Akibatnya, pertumbuhansel itu jadi tak terkendali dan menyebabkan terbentuknya kanker.

3. Kulit Terbakar

Bahaya sinarmatahari lainnya, yaitukulit terbakar. Kondisi ini dikenal dengan istilah sunburn. Warnakulit pada masalah ini akan terlihatkemerahan, bahkan kecoklatan. Tidak hanya itu, kulit jadi terasa perih saat tersentuh. Hal ituberpotensi memicu reaksi inflamasi yang juga menjadi risiko kanker dan penuaandini.

4. Melasma

Melasma terbentuk akibat kelainan pigmentasi akibat paparansinar UV dalam jangka panjang. Gangguannya ditandai dengan timbulnya bercak coklat atau abu-abu dipermukaan kulit. Masalah ini dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu. 

5. Solar Elastosis

Solar elastosis atau elastosis aktinik adalah risiko yangterjadi akibat pecahnya jaringan ikat kulit (kolagen dan serat elastin).Jaringan itu terletak di dermis (lapisan tengah kulit). Fungsinya adalahmendukung kekuatan dan fleksibilitas kulit.

Tanda umum dari solar elastosis adalah penebalan kulit.Selain itu, kulit menjadi kendur, kerutan dalam, dan lipatan vertikal. Kondisiini merupakan akumulasi dari paparan sinar UV jangka panjang dan berlebihan.

6. Keratosis Aktinik

Keratosis aktinik atau solar keratosis adalah pertumbuhanprakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Gangguan ini perlumendapatkan pemantauan dan penanganan yang tepat.

Bercak yang timbulpada kulit juga bervariasi, mulai dari titik kecil hingga berukuran satu inciatau lebih. Warnanya juga akan berbeda, berkisar dari terang hingga gelap.Teksturnya keras seperti kulit dan terasa gatal.

7. Kulit Jadi Menghitam

Perubahan warna ini terjadi akibat meningkatnya produksimelanin untuk melindungi kulit dari kerusakan. Akibatnya, kulit yang terpaparsinar matahari menjadi lebih gelap.


Tag:

Berita Terkait

Kesehatan dan Kecantikan

Bawa Orang Tua Berobat ke Penang? Perhatikan 3 Hal Ini!

Kesehatan dan Kecantikan

Mengenal Profesi Asisten Apoteker, Beserta Tugas dan Tantangan Terberat

Kesehatan dan Kecantikan

Beragam Makanan yang Harus Dihindari Untuk Turunkan Berat Badan

Kesehatan dan Kecantikan

Jenis Olahraga yang Bisa Diterapkan di Rumah Untuk Turunkan Berat Badan

Kesehatan dan Kecantikan

Ketahui Tips Perawatan Tubuh Sebelum Tidur yang Bisa Dicoba

Kesehatan dan Kecantikan

Cara Mengatasi Dampak Buruk dari Penggunaan Hair Dryer