Kitakini.news – Entomophobia adalah fobiaatau ketakutan berlebih terhadap serangga. Pengidapnya sangat takut digigitatau disengat serangga seperti lebah, semut, nyamuk atau kutu.
Penderita entomophobia bisasangat gelisah dan khawatir saat melihat serangga meskipun hewan tersebut tidak mengancamnya.Bahkan, melihat gambar atau replika serangga saja bisa membuat penderita entomophobia ketakutansetengah mati. Alhasil, mereka melakukan segala cara agar tidak bertemu serangga. Misalnyadengan tidak beraktivitas di luar ruangan.
Hal ini tentu saja sangat memengaruhi kualitas hiduppengidap. Untukmengurangi perilaku tidak normal ini, salah satu pengobatan utamanyaadalah dengan melakukanterapi.
Terapi untuk Menangani Entomophobia
Melansir darilaman Halodoc, berikutjenis-jenis terapi untuk menangani entomophobia:
1. Terapi Pemaparan
Melalui terapi ini, terapis memaparkan sumber fobia kepadapengidap secara bertahap. Tujuannya untuk mengubah respons mereka terhadapserangga. Dalam sesi awal, terapis akan memulai sesi terapi dengan membicarakanketakutan yang pengidap rasakan saat bertemu serangga.
Kemudian, mereka melanjutkannya dengan memperlihatkan gambaratau video serangga. Ketika respon semakin membaik, paparannya akanditingkatkan hinggapengidapnya berani menghadapi serangga langsung.
2. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
Cognitive behavioural therapy (CBT) bisa membantu pengidap entomophobiauntuk mengubah pemikiran dan keyakinannya terhadap serangga. Jenis terapi ini biasanyadilakukan bersama terapi paparan atau lainnya. Penderita diharapkan dapatmengendalikan pikiran dan perasaannya sehingga tidak lagi takut pada serangga.
3. Terapi obat-obatan
Psikoterapi atau terapi obat-obatan akan diberikan jikapengidap kerap mengalamikecemasan. Jenis obat-obatan yang seringdiresepkan adalah benzodiazepin, sejenis obat penenang seringdiresepkan untuk membantu mengurangi kecemasan. Namun, obat tersebut bersifatadiktif dan hanya disarankan untuk penggunaan jangka pendek saja.
Selain itu, obat jenis beta-blocker jugabisa memblokir efek adrenalin, seperti peningkatan denyut jantung, tekanandarah dan gemetar. Obat antidepresan juga membantu menenangkan kecemasan danketakutan.