Kitakini.news - Kasus
penipuan secara
digital masih terus marak. Diduga ini semua berawal dari pemilihan
kata sandi atau
password yang lemah.
Melansir berbagai sumber, Senin (19/1/2026), laporan State of Scams in Indonesia 2025 menemukan 2 dari 3 (66 persen) orang dewasa di Indonesia mengalami penipuan dalam setahun terakhir.
Hal itu setara dengan 55 paparan per orang per tahun.
Pun, menurut data yang dimiliki Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun 2025, ada lebih dari 135.000 laporan terkait kasus penipuan digital.
Modus penipuan menggunakan tautan palsu, mengaku dari institusi tertentu, mengirim file aplikasi berformat APK, hingga penipuan berkedok hadiah yang berujung merugikan para korban.
Total kerugian dengan modus-modus tersebut mencapai Rp8,2 triliun.
Angka tersebut menunjukkan, masih banyak masyarakat yang menjadi korban akibat lemahnya perlindungan akun digital.
Karena itu, langkah pencegahan dasar, langkah sederhana namun krusial, yakni mengganti password di akun digital ke kombinasi password yang lebih kuat, termasuk di akun e-commerce.
Berikut beberapa tips mengganti password yang lebih kuat, unik, dan tetap mudah diingat:
1. Teknik mnemonic
Salah satu cara praktis untuk mengelola banyak password adalah dengan menggunakan teknik mnemonic atau frasa unik.
Teknik ini memanfaatkan kalimat personal yang mudah diingat, tetapi sulit ditebak oleh orang lain.
2. Panjang dan kompleks
Semakin panjang password, semakin sulit ditebak. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol, tetap dari kata atau frasa yang mudah kamu ingat.
3. Frasa atau akronim pribadi
Buat password dari frasa atau akronim yang hanya bisa dipahami sendiri, lalu variasikan untuk tiap akun.
Hindari menggunakan satu password yang sama di semua aplikasi agar risiko pembobolan tidak meluas.
4. Hindari informasi pribadi
Nama, tanggal lahir, atau nama anggota keluarga mudah ditebak, apalagi jika informasinya bisa dilihat di media sosial.
Sebaiknya gunakan kombinasi huruf dan angka acak yang tidak berkaitan langsung dengan data pribadi.
5. Jangan pakai password umum
Password seperti 123456, password, admin, atau kata umum lainnya masih sering digunakan dan sangat rentan diretas.