Kitakininews.co.id - Pernah dengar istilah brain rot? Sederhananya,
brain rot ini muncul karena
kebiasaan scrolling
ponsel atau gawai lainnya tanpa henti.
Kadang, brain rot diartikan sebagai pembusukan otak terkait dengan paparan konten digital, misalnya kebiasaan scrolling ponsel tadi.
Melansir berbagai sumber, Kamis (1/1/2026), meski brain rot bukan diagnosis medis resmi, istilah ini dinilai relevan untuk menggambarkan kelelahan mental akibat konsumsi digital yang berlebihan.
Dengan kata lain, brain rot merujuk pada dampak negatif akibat paparan berlebihan terhadap konten digital yang dangkal, repetitif, dan terlalu merangsang.
Jika terjadi terus-menerus, otak bisa terbiasa dengan rangsangan instan dan kesulitan fokus pada aktivitas yang lebih panjang serta mendalam.
Berikut beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan otak di tengah paparan digital:
1. Jeda kecil
Sisihkan waktu 30-60 menit tanpa ponsel, terutama pada pagi hari.
Gunakan waktu ini untuk sarapan dengan tenang, berolahraga ringan, atau sekadar menikmati suasana tanpa notifikasi.
2. Terapkan batas
Manfaatkan fitur pengingat waktu layar di ponsel untuk membatasi penggunaan media sosial atau aplikasi hiburan.
3. Kurasi konten
Pilih akun atau platform yang memberi nilai edukatif dan inspiratif. Hindari konten negatif atau sensasional yang memicu kecemasan.
4. Terapkan aturan 20-20-20
Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter). Cara ini membantu mengurangi kelelahan mata sekaligus memberi jeda bagi otak.
5. Perbanyak aktivitas offline
Luangkan waktu untuk membaca buku fisik, berolahraga, berkebun, atau bertemu langsung dengan keluarga dan teman.
Interaksi tatap muka terbukti meningkatkan empati dan kualitas hubungan.