Kitakini.news -Sejumlahguru menggelar penggalangan dana di Simpang Bupati, Jalan Proklamasi, KecamatanStabat, Langkat, Kamis (22/2/2024) siang. Hasil donasi yang terkumpul, akan digunakanuntuk pembiayaan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), terkait dugaankecurangan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahun2023 lalu.
Takhanya di Simpang Bupati, para guru honorer yang merasa terzalimi dalam seleksiPPPK Guru 2023 lalu, juga menggelar hal serupa di beberapa titik. Mereka jugamengelar penggalangan dana di Simpang Tanjungpura, di Pangkalanbrandan danBesitang.
"Hariini, kami melakukan penggalangan dana untuk memenuhi biaya gugatan ke PTUN.Penggalangan dana ini, kami gelar di beberapa titik. Untuk rekan – rekan diLangkat Hulu, mungkin nanti digelar di Kota Binjai," tutur koordinatorpenggalangan dana Febry Wahyu Suganda.
Alhamdulillah,kata Febry, untuk di Simpang Bupati mereka berhasil mengumpulkan dana Rp200ribu lebih dari pengguna jalan. Kemungkinan, beberapa hari ke depan mereka akanmelakukan penggalangan dana di titik lainnya.
Terkaitdugaan kecurangan seleksi PPPK Guru tahun 2023, guru – guru yang merasadirugikan pun sudah melaporkannya ke Polda Sumut. Hingga saat ini, prosesnyamasih terus berlangsung dan menunggu penetapan tersangka.
Merekaberharap, agar kecurangan – kecurangan dalam seleksi tersebut dapat segeraterbongkar. Siapa pun yang terlibat dalam hal itu harus ditindak tegas, demitegaknya supremasi hukum. Sehingga, untuk kedepannya tidak ada kecurangan –kecurangan yang terjadi lagi.
Febrymenambahkan, intervensi dan intimidasi yang mereka alami, hingga kini masihterus berlanjut. Seperti intimidasi dari kepala sekolah, Kegiatan KelompokKerja Kepala Sekolah (K3S), dan pengawas yang selalu membatasi gerak mereka.
"Membatasiguru honorer agar tidak melakukan kegiatan terkait dugaan kecurangan seleksiPPPK Guru. Kami selalu dilarang untuk membuat aksi – aksi, baik berorasiataupun penggalangan dana seperti ini," tegas Febry.