Kitakini.news – GubernurSumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dalam kurun waktu dua tahun (2020- 2022 )telah berhasil menuntaskan 72 segmen penyelesaian Tapal Batas antar provinsimaupun antar kabupaten/kota di Sumut.
Hal ini dinyatakanKetua Tim Penegasan Batas Daerah Provinsi Sumut Tahun 2022, Afifi Lubis kepadawartawan, di Medan, Senin (9/1/2023).
Didampingi KabagPemerintahan Ervan Gani Siahaan dan Ngadimin, selaku anggota tim menyatakan, dengandiselesaikannya 72 segmen Tapal Batas maka Sumut sudah tidak lagi memilikipermasalahan dalam hal tapal.
"Ini satuprestasi yang membanggakan dan salah satu provinsi yang telah menyelesaikan seluruh tapal batasnya, baik antarprovinsi yang berbatasan maupun seluruh kab/kota dalam provinsiSumut," ujar Afifi yang jugamerangkap jabatan sebagai Pejabat Pengawas Urusan Pemeritahan Daerah Ahli Utama.
Afifi jugamenjelaskan, 73 segmen tapal batas ini terdiri dari 17 segmen tapal batasantarprovinsi, yaitu empat segmen antara Provinsi Sumatera Barat denganKabupaten Padanglawas, Kabupaten Padanglawas Utara dan KabupatenMandailing Natal, sembilan segmen antara Provinsi Aceh dengan Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat,Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Sedangkan tapalbatas antar kabupaten/kota di Sumut sebanyak 56 segmen, yaitu tapal batas antaraKota Medan - Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Deli Serdang - Kabupaten SerdangBedagai, Kabupaten Serdang Bedagai- Kabupaten Batubara; Kabupaten Serdang Bedagai- Kota Tebing Tinggi dan Sibolga -Tapanuli Tengah.
"Tapal batasini bermasalah sejak adanya wilayah itu hingga tahun 2020," ujarnya.
Ia juga menegaskan,bahwa kebijakan Gubsu Edy Rahmayadi mengawali masa tugasnya sudah memfokuskanpenyelesaian tapal batas ini dengan semangat NKRI.
Kebijakan yangdiambil Edy Rahmayadi antara lain, melakukan pendataan dengan pendekatanpersuasif dengan membangun komunikasi dan peninjauan langsung secara bersamadengan pihak pihak yang bersengketa.
Sebelumnya, GubsuEdy Rahmayadi menjelaskan pertimbangan utama pentingnya penyelesain tapal batasini berdampak multiefek, baik dari aspek administrasi kewilayahan, politik,ekonomi, dan lajn sebagainya.
"Masalah tapalbatas selama ini sudah dibahas dalam Tim Penanganan Konflik baik di TingkatProvinsi maupun Pusat dan ini sangat potensial menimbulkan konflik horizontal,”terangnya.
Menurutnya, semangatNKRI dan semangat Sumut Bersatu dan Bermartabat menjadi kiat dalam mempercepatpenyelesaian tapal batas ini.
“Atas dasarpenyelesaian ini, Menteri Dalam Negeri memberi apresiasi kepada Gubernur SumutEdy Rahmayadi dan kiat penyelesaian tapal batas ini menjadi referensi nasionaluntuk penyelesaian tapal batas pada provinsi lainnya,” pungkasnya.
Redaksi