Demo Dukung Hak Angket di DPRD Sumut, Pengunjuk Rasa Tinggalkan Keranda Demokrasi

Heru - Selasa, 05 Maret 2024 16:57 WIB
Teks foto : Demo pengunjukrasa dukung hak Angket DPR RI di depan Gedung DPRD Sumut, membawa keranda demokrasi. (Irwan)

Kitakini.news -Medan, Negosiasi massa 'Rakyat Sumut Menggugat Demokrasi' berlangsungalot. Massa yang mendukung gak angket tersebut masih bertahan di gedung DPRDmeski di bawah guyuran hujan deras.

Massaditerima oleh Edy Surahman Sinuraya dari fraksi Golkar. Edy berkata bahwa akanmelaporkan kejadian ini sesegera mungkin kepafa pimpinan di pusat terutamapresiden Jokowi. Namun saat ditanya tentang persetujuan hak angket, Edi berkataitu adalah keputusan dari Ketua Umum Partai.

"Untukkegiatan bapak-ibu hari ini, kami menerima dan akan menyampaikan kepadapimpinan, terutama presiden Jokowi. Tetapi kalau bapak ibu bertanya pada sayamendukung hak angket atau tidak, itu dibahas di DPR RI dan itu tergantungkeputusan partai dan Ketua Umum, Airlangga Hartanto," jawab Edy.

Untukpenandatangan kegiatan aksi Humas DPRD Sumut, Sofyan mencoba menjelaskan bahwaseharusnya massa memiliki tuntutan secara tertulis yang di akan di bahas diDPRD.

"Secaraaturannya seperti itu, setidaknya ada tuntutan tertulis yang akan kami tandatangani dan kita bisa sampaikan sesuai dengan rugulasi yanf berlaku di DPRDSumut," kata Sofyan.

Namunhal itu di jawab oleh salah satu orator unjuk rasa, Hasudungan Siahaan bahwakalau untuk masalah tanda tangan, berapa banyak pun akan di berikan, namunmereka meminta perwakilan dapar dipertemukan dan duduk bersama anggota dewanmembahas tuntutan ini.

"Urusantanda tangan, ribuan pun akan kami tanda tangani. Dan secara tertulis pun kamimempersiapkannya. Tapi kami ingin juga anggota dewan bisa duduk bersama perwakilan,membahas tuntuan kami secara detail. Izinkan kami bertemu anggota Dewan yangterhormat di dalam sana dan duduk di kursi bersama," kata Hasungan.

Negosiasiberjalan alot dan belum ada keputusan diterima atau tidaknya massa di dalamgedung. Massa masih bertahan di depan Gedung DPRD Sumut di bawah hujan deras.Dan berdoa di depan kerenda jenazah "Demokrasi" untuk matinya demokrasiIndonesia.

"Kamisudah berjanji bahwa tidak akan melakukan hal yang anarki. Tapi hari ini adalahbukti matinya demokrasi akibat kehausan penguasa ini. Kami akan mengevaluasidan akan kembali dengan massa yang lebih rapi dan rapat lagi, karena perjuanganbelum selesai," kata orator unjuk rasa.

Setelahselesai doa bersama, massa membubarkan diri dengan tertib, namun keranda bertuliskan"Demokrasi" ditinggal di depan gedung DPRD Sumut, sebagai tandasimbol bahwa mereka akan kembali lagi.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Dosen dan Aktivis di Sumbar Demo Minta DPR Gunakan Hak Angket

News

Pemilu Curang, Gakan Rakyat Sumatera Utara Tuntut DPR Gunakan Hak Angket

News

Massa Antar Keranda Demokrasi di Depan Gedung DPRD Sumut, Dukung Hak Angket