Kitakini.news -Momen bulan suci Ramadanmembawa berkah tersendiri bagi pengrajin roti jala di Medan Labuhan. Pengrajinroti jala kebanjiran pesanan untuk berbuka puasa.
Makanan disajikan dengan kariudang, kentang dan acar nanas, yang merupakan makanan ciri khas masyarakatMelayu. Kuliner tersebut menjadi menu favorit menjelang berbuka puasa.
Seperti salah satu usahakeluarga Nazli yang masih melestarikan aneka ragam makanan tradisional khasMelayu yang berada di kediamannya di kawasan Jalan Komodor Laut Yos Sudarso,Kilometer 19,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara.
Dengan tanganterampilnya,setiap harinya tiga orang kakak beradik ini, membuat roti jalaberbahan tepung roti yang telah diolah dan dicetak seperti jaring di atas kualiyang sedang dipanasin di atas kompor.
Makanan ini disukai sejakkedatangan orang India yang dulu menyebarkan agama Islam dengan berdagang rotijala.
Satu paket berisi 10 roti jala lengkap dengan kuah kariberbagai rasa dan acar nenas ini. Harganya cukup bervariasi sebesar Rp15 ribuhingga Rp25 ribu.
Pengrajin roti jala, Ana,Sabtu (23/3/2024), mengatakan selama bulan suci ramadhan ini,selain kebanjiranpesanan dan proses pembuatan roti jala diakuinya tidak memakan waktu yangbanyak.
Dalam sehari dia bisamenghabiskan tepung seberat 5 Kilogram atau sebulan bisa menghasilkan uangsebesar Rp2 juta dari penjualan roti jala yang memiliki rasa kari udang dankentang menjadi ciri khas makanan Melayu.
Selain menjual roti jala, Anajuga menjual kue Gading Galoh Merah, Rasidah dan Tepur Banda, menjadi favoritsaat bulan Ramadan, yang merupakan makanan khas melayu di pesisir Belawan.