Percepat Penurunan Stunting, Hassanudin: Perkuat BAAS dan Keterlibatan Swasta

Heru - Selasa, 26 Maret 2024 21:49 WIB
(Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)
Pj Gubernur Sumatera Utara Hassanudin membuka Temu Kerja Stakeholder dan Mitra Kerja BKKBN tingkat provinsi dalam Konvergensi Pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 di Medan, Selasa (26/3/2024).

Kitakini.news -PenjabatGubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu), Hassanudin berharap Bapak/Bunda Asuh AnakStunting (BAAS) di Sumut semakin kuat. Bukan hanya terkait jumlah, tetapi jugalangkah nyata dalam mengurangi anak Stunting di Sumut.

Sumutberhasil menurunkan Prevalensi Stunting menjadi 18,9 persen di tahun 2023, atauturun 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, Pemprovsu akanbekerja lebih keras untuk mencapai target 14,5 persen diakhir tahun 2024.

"BAASitu langkah riil dan langsung, tetapi kita ingin bukan hanya sebatas data,tetapi benar-benar dilaksanakan, sehingga jumlah anak-anak kita yang Stunting bisaterkoreksi," ujar Hassanudin usai membuka acara Temu Kerja Stakeholder danMitra Kerja BKKBN dalam Rangka Penguatan BAAS disalah satu hotel di Medan, Selasa(26/3/2024).

Saatini, lanjut Hassanudin, BAAS di Sumut tersebar di 31 kabupaten/kota dan akanterus berkembang hingga menyentuh semua daerah-daerah yang memiliki anak Stunting.

Hassanudinjuga meminta agar pembagian BAAS lebih tepat dan efektif kepada semua mitrakerja dan Stakeholder.

"AdanyaBAAS, kita memiliki peluang emas untuk menyentuh langsung dan memberikan perhatiankhusus kepada 675.411 keluarga berisiko Stunting, ini perlu sinergi dankomitmen kita bersama," cetusnya.

Sementaraitu, Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto mengatakan TNI dan Polri palingbanyak menjadi BAAS, karena memiliki organisasi hingga ke level paling bawah.

Agarhasilnya lebih baik, Tavip Agus Rayanto mengajak untuk menyatukan langkahbersama menyelesaikan masalah Stunting.

"Langkahkita perlu bersama, karena ini hanya bisa kita selesaikan dengan bekerjasama,kita gunakan data yang sama, dari data tersebut kita pilih mana yang perlu kitaintervensi kuat," imbuhnya.

Tavivjuga berharap, pihak swasta lebih berperan aktif dalam mencegah maupunmengurangi angka Stunting di suatu daerah.

"Kitaakan dorong, karena untuk mengoreksi anak Stunting butuh dana yang besar danwaktu yang tidak sebentar," pungkasnya.

Hadirpada kegiatan ini Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Munawar Ibrahim, ForkopimdaSumut, serta BAAS se-Sumut. Hadir juga Kadis PPPA dan KB PemprovSU SriSuriani Purnamawati, Direktur RS Haji Rehulina Ginting, serta OPD terkaitlainnya. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Hardiknas 2016, Wong Chun Sen Salurkan Susu dan Vitamin Untuk Balita Stunting

News

DPRD Medan Komit Terhadap Perlindungan Anak

News

Sambut Imlek 2577, Wong Chun Sen Kunjungi Penderita Stunting di Medan

News

Sofyan Tan: Cegah Stunting Sejak Masa Hamil dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

News

Silaturahmi Rumah Zakat Medan dan BKKBN Sumut, Bersinergi Atasi Stunting di Sumatera Utara

News

Cegah Stunting, BKKBN Salurkan MBG untuk Ibu Hamil dan Menyusui