DPR-RI Dorong Pemerintah Turunkan Harga BBM Subsidi

- Rabu, 11 Januari 2023 19:49 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.kitakininews.co.id/uploads/images/202301/SPBU.png): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u808140588/domains/kitakininews.co.id/public_html/amp/detail.php on line 176

Kitakini.news – Pemerintah didorong untuk bisa menurunkanharga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sebab, harga minya dunia saat inimenyentuh angka 74 USD per barel.

 

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mendorong pemerintahuntuk dapat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Hal tersebutmengingat turunnya harga minyak dunia saat ini yang telah menyentuh di angka 74USD per barel.

 

"Mohon kiranya Pimpinan DPR dapat mendorong mendesakpemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.Karena harga minyak dunia saat ini sudah merosot tajam dari puncaknya 120 USDper barel sekarang sudah menyentuh sekitar 74 USD per barel," kata AnggotaDewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Mulyanto di Jakartaseperti dilansir dari laman resmi dpr.go.id, Rabu (11/1/2023).

 

Menurut Mulyanto, harga BBM sekelas Pertalite milikoperator BBM swasta seperti Revo 90 dan BP90 kini bahkan sudah mengalamipenurunan harga. Oleh sebab itu, masyarakat kini mulai mempertanyakan kapanharga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar akan turun.

 

"Operator swasta sudah menurunkan harga komoditas BBMnya termasuk Pertamina untuk yang non subsidi. Bahkan untuk BBM sekelasPertalite seperti Revo 90 juga BP90 sudah menurunkan harganya. Akhirnyamasyarakat bertanya-tanya, kapan (harga) pertalite 90 ini turun?!," bebernya.

 

Selain itu, lanjut Mulyanto, dirinya juga menyorotimeningkatnya inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia tahun 2022 yaknisebesar 5,51 persen (yoy).

 

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan denganinflasi IHK 2021 sebesar 1,87 persen (yoy) dan lebih tinggi darisasaran 3,0±1 persen. Hal tersebut terutama dipengaruhi oleh dampakpenyesuaian harga BBM pada September 2022 lalu.

 

Karena itu, Mulyanto menilai penurunan harga BBM bersubsididiperlukan untuk dapat kembali meningkatkan daya beli masyarakat di tengahinflasi yang terjadi.

 

"Karenanya untuk meringankan beban masyarakat, danmeningkatkan daya beli mereka, mohon kiranya pimpinan (DPR) dapat mendorong danmendesak pemerintah untuk mempertimbangkan penurunan harga BBMbersubsidi," pungkasnya.

Redaksi 

 


Tag:

Berita Terkait

News

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

News

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

News

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

News

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

News

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

News

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara