Kitakini.news -Bertahuntahun mengindap penyakit tumor ganas di kaki Fahrezi Lubis (13) warga kelurahanHanopan, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan harus relakankakinya diamputasi.
Halitu dibenarkan Nuddin Lubis ayah dari fahrezi kepada wartawan Selasa (16/4/2024)dan mengutarakan tidak ada cara lain lagi kecuali dilakukan amputasi.
"Awaltahun 2022 sudah di lakukan penanganan obat kampung tapi tak kunjung sembuh,dan pada akhirnya pihak pemko Padangsidimpuan bersama yayasan kangker indonesia(YKI) cabang kota Padangsidimpuan melakukan penanganan dan memberangkatkanfahrezi pada bulan Desember dua tahun lalu ke kota Medan tepatnya di RSUP Adammalik," ujar Nuddin Lubis saat di sambangi awak media di kediamannya.
Kemudiankata nunddin, kurang lebih satu tahun berobat di kota Medan, "Alahmdlillah adaperubahan akan tetapi masih jauh dari kesembuhan. Pasalnya bengkaknya naik kebetis kakinya," ungkapnya.
DijelaskanNuddin, bahwa fahrezi tidak lagi merasakan apa apa (tidak ada rasa) pada bagiankaki yang kena tumor ganas tersebut.
"Sayakasian melihat anak saya, karena dia tidak bisa bermain layaknya anak anaklainnya, kini kakinya sudah mati rasa, jadi kami telah bersepakat agar kakinyaitu di amputasi saja," tuturnya dengan wajah lesuh mata berlinang.
Dalamkesempatan itu nuddin juga menantikan kehadiran para dermawan sebab kehidupankeluarganya jauh dari kata cukup.
"Pekerjaansaya hanya pencari madu lebah, kadang ada Reski kada tidak ada, sementara istri(mamak fahrezi) hanya kerja serabutan. Bilamana ada orang dermawan yaalhamdlillah, memang kalau biaya perobatan sudah ada BPJS namun biaya perawatanmenjaga dan mengurus fahrezi kami tidak punya apa apa, makan aja dapat sudahsyukur," imbuhnya.
DijelaskanNuddin Lubis, anaknya, Fahrezi akan dilakukan amputasi di RS yang ada di KotaPadangsidimpuan sepekan usai Idulfitri.
"Besok,Rabu (17/4/2024) kami akan tanyakan lagi kapan fahrezi bisa di lakukan operasiamputasi pada kakinya Mohon do'anya pada kalian semua orang orang baik," tandasnyadengan nada suara terseduh seduh.