Kinerja Kuartal I/2024, Penyaluran Kredit dan Pembiayaan BTN Tembus Rp344,2 Triliun

Abimanyu - Jumat, 26 April 2024 16:37 WIB
Teks foto : Kegiatan BTN. (Dok BTN)

Kitakini.news -StrategiPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk fokus mengembangkan segmenhigh yield dan komersial membuahkan hasil dan terlihat pada pencapaian kinerjakuartal I/2024.

Penyalurankredit dan pendapatan operasional tumbuh impresif di saat suku bunga danamerangkak naik, imbas mengetatnya likuiditas yang membayangi industri perbankansejak akhir tahun lalu.

Padaperiode Januari-Maret 2024, BTN membukukan pertumbuhan kredit dan pembiayaansebesar 14,8% menjadi Rp344,2 triliun, dibandingkan periode yang sama padatahun sebelumnya sebesar Rp299,7 triliun. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan BTNtersebut, ditopang oleh kredit dan pembiayaan perumahan serta kredit bermargintinggi (high-yield loans) yang cukup diminati masyarakat.

DirekturUtama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan telah secara konsistenmenjaga momentum pertumbuhan sejak tahun lalu yang didukung oleh penajamanstrategi serta transformasi bisnis secara menyeluruh. BTN juga telah melakukanrebranding logo pada kuartal I/2024 ini sebagai bentuk komitmen untukmeningkatkan kualitas layanannya dalam rangka mencapai visinya, yakni The BestMortgage Bank in South East Asia.

"Padatiga bulan pertama tahun 2024, BTN mampu mencetak pertumbuhan kredit danpembiayaan yang membantu menggerakkan sektor perumahan di negara ini untukbergerak. Hal ini tidak terlepas dari upaya perseroan menurunkan angka backlogperumahan dan menyediakan rumah yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.Kami berharap dapat terus menjaga momentum ini agar dapat memberikan nilaitambah bagi para stakeholder kami," ujar Nixon pada Paparan Kinerja KeuanganKuartal I/2024 di Jakarta, Kamis (25/4/2924).

Nixonmenuturkan, kredit dan pembiayaan perumahan masih menyumbang porsi mayoritassekitar 85% dari seluruh kredit dan pembiayaan yang disalurkan perseroan.Selama kuartal I/2024, total kredit dan pembiayaan perumahan mencapai Rp292,7triliun naik 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp264,5triliun.

Darijumlah tersebut penyaluran KPR Subsidi masih menjadi yang terbesar mencapaiRp167 triliun, naik 12,3% pada kuartal I/2024 dari periode yang sama tahun lalusebesar Rp148,6 triliun. Sedangkan KPR Non-Subsidi naik 11,2% menjadi Rp98,8triliun dari Rp88,8 triliun di kuartal I/2023.

"Strategikami membidik lebih banyak penyaluran KPR Non-Subsidi ke segmen menengah keatas sudah mulai menunjukkan hasil. Untuk KPR dengan ticket size di atas Rp750juta, pertumbuhannya mencapai 176,6% yoy pada kuartal I/2024, dengan totalpenyaluran mencapai Rp1,05 triliun, meningkat dibandingkan periode yang samatahun lalu sebesar Rp380 miliar," papar Nixon.

Untukmenjaga profitabilitas perseroan, BTN mendorong penyaluran kredit bermargintinggi, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ringan (KRING), dan KreditAgunan Rumah (KAR). Selama tiga bulan pertama tahun ini, pertumbuhannyatercatat cukup pesat.

PenyaluranKUR BTN mencapai Rp387 miliar, melonjak 78,1% dibandingkan periode yang samatahun sebelumnya sebesar Rp217 miliar. Penyaluran KRING juga bertumbuh 30,7%yoy menjadi Rp572 miliar pada kuartal I/2024. Sementara itu, perseroanmenyalurkan KAR sebesar Rp525 miliar, meningkat 16,5% yoy.

Ditengah pertumbuhan kredit yang pesat, Nixon menegaskan BTN tetap menjagakualitas kredit dengan baik. Perseroan mencatat penurunan rasio kreditbermasalah (non-performing loan/NPL) gross menjadi 3% pada kuartal I/2024, dari3,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rasioloan-at-risk (LAR) juga tercatat menurun ke level 21,6% dari sebelumnya 24,2%."Pada saat yang sama, kami meningkatkan coverage NPL menjadi 152,8% darisebelumnya 145,9% pada kuartal I/2023," tutur Nixon.

Sementaraitu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,9% menjadi Rp357,7 triliun pada kuartalI/2024, dibandingkan Rp319,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.Pertumbuhan ini masih melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan padaFebruari 2024 yang tercatat sebesar 3,8% yoy. Dari total DPK tersebut, porsidana murah Current Account Savings Account (CASA) mencapai 49,9% pada kuartalI/2024.

PertumbuhanDPK juga ditopang salah satunya oleh meningkatnya jumlah pengguna aplikasi BTNMobile serta transaksi yang dilakukan. Hingga akhir Maret 2024, jumlah penggunaaktif BTN Mobile mencapai 1,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,5triliun hingga akhir kuartal I/2024, bertumbuh pesat sebesar 60,1% yoy.

"Sebagaibank yang lebih modern dan kekinian, kami terus meningkatkan kapasitasekosistem digital BTN agar mampu menjawab tantangan industri perbankan dankeuangan pada saat ini dan masa depan. Sebab itu, kami terus konsistenmengembangkan BTN Mobile, termasuk dengan menambah fitur layanannya. Hinggakini sudah terdapat 16 fitur baru untuk membantu transaksi di BTN Mobile," ujarNixon.

Peningkatantransaksi di BTN Mobile tersebut turut menjadi salah satu penyumbang pendapatanberbasis biaya (fee-based income/FBI) yang pada kuartal I/2024 mencapai Rp686miliar naik 14,27% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp565miliar.

Denganditopang pertumbuhan kredit dan DPK yang solid membuat total aset BTN tumbuh13,1% yoy menjadi Rp454,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalusebesar Rp401,5 triliun. Akhirnya dengan kinerja yang positif pada kuartalI/2024 BTN berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 7,4% menjadi Rp860miliar, dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp801 miliar.

"BTNsaat ini terus berbenah dengan melakukan transformasi perusahaan dan telahmenunjukkan hasil yang positif. Secara garis besar BTN melakukan transformasipada struktur bisnis sehingga menjadi semakin efektif dan efisien, mempercepatproses bisnisnya dan pada saat yang bersamaan meningkatkan kualitaslayanannya," tegas Nixon.

Lebihlanjut Nixon menegaskan, BTN memiliki peran strategis, yaitu berperan sebagaiagent of development dan pendamping pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumahRakyat Indonesia. Saat ini backlog perumahan masih mencapai 12,7 juta unit,angka yang cukup besar itu bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalamwaktu yang singkat.

"Adabegitu banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan saat ini terdapat usulanskema baru KPR Subsidi yang nantinya Skema baru KPR subsidi ini akan memberikanmanfaat yang lebih banyak kepada Pemerintah, Perbankan, Pelaku Sektor Propertidan terutama masyarakat Indonesia," paparnya.

LabaBersih BTN Syariah Melonjak

Kinerjapositif juga dibukukan Unit Usaha Syariah (UUS) BTN atau BTN Syariah sepanjangkuartal I/2024. Laba bersih BTN Syariah pada periode Januari-Maret 2024mencapai Rp164,1 miliar, melonjak 56,1% dibandingkan periode yang sama tahunlalu sebesar Rp105,1 miliar.

Kenaikanlaba bersih BTN Syariah ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 20%menjadi Rp39,1 triliun pada kuartal I/2024, dibandingkan dengan Rp32,6 triliunpada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan double-digit juga terlihat dipenghimpunan DPK BTN Syariah, yang mencapai 20,3% menjadi Rp42,9 triliun.

Seiringdengan pertumbuhan positif di sisi pembiayaan dan penghimpunan DPK, BTN Syariahmembukukan peningkatan aset sebesar 17,9% yoy menjadi Rp54,8 triliun padakuartal I/2024, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesarRp46,5 triliun.

"BTNSyariah terus bertumbuh secara konsisten sebagai pemain kuat di salah satuceruk bisnis yang sangat menarik di pasar perumahan domestik," pungkas Nixon.(ril)

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Perkuat Transformasi Digital Dalam Ekosistem Danantara, BTN Gandeng Artajasa Perluas Layanan

News

Legislator Dhody Thahir Minta Perlindungan Hukum Terkait Sengketa Tanah

News

Danantara Optimistis, Penguatan IHSG Bukti Investor Percaya Fundamental Indonesia

News

BTN Dukung Gagasan Swasembada Papan 2045

News

BTN Dorong Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern

News

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar