Kitakini.news -Payung raksasa Masjid Agung AnNur, Provinsi Riau kembali rusak dan tidak berfungsi. Badan Pemeriksa Keuanganmenemukan kerugian negara sebesar Rp7,5 miliar akibat kegagalan proyekfasilitas ibadah ini.
Payung elektrik Masjid AgungAn Nur Jalan Hang Tuah, Pekanbaru kembali menjadi sorotan masyarakat. Payungraksasa yang dibangun dengan dana APBD Riau sebesar Rp42 miliar gagalberoperasi. Terpal ukuran 22x23 meter terlihat lepas dari besi penyangga.
Meski sempat diperbaiki, enampayung raksasa tidak bisa mengembang. Sejak dibangun tahun 2022, payung yangmirip seperti payung di Masjid Nabawi Arab Saudi ini tidak berfungsi untukkebutuhan sarana ibadah.
Badan Pemeriksa KeuanganProvinsi Riau menemukan kerugian negara Rp7,5 miliar. Kerugian tersebutdisebabkan kekurangan volume pekerjaan, pengadaan alat tidak sesuai spesifikasidan sistem sensor belum terpasang.
Kasipenkum dan Humas KejatiRiau, Bambang Heripurwanto, Kamis (26/4/2024), mengatakan pihaknya sempatmelakukan penyelidikan kasus proyek payung elektrik Masjid Agung An Nur danmemeriksa sejumlah saksi.
Namun, kejaksaan menghentikanpenyelidikan baru-baru ini dengan alasan kontraktor PT Bersinar JesstiveMandiri sudah mengembalikan kerugian Rp7,5 miliar.
DPRD Riau menyatakan proyekpayung elektrik ini sudah bermasalah sejak awal karena proses tender dicurigaitidak transparan,. Selain itu juga melibatkan keluarga pejabat tinggi daerahdan kesalahan penunjukan tenaga ahli.
Dewan mendesak KomisiPemberantasan Korupsi mengusut kasus payung elektrik Masjid Agung An Nur Riauuntuk mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab.