Puluhan Preman Teror Emak-emak dan Pemuda di Desa Sampali, Ada yang Dibacok

Riswandi - Jumat, 03 Mei 2024 14:44 WIB
Teks photo : Seorang warga di kawasan Jalan H Anif, Kampung Kompak, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan terluka terkena senjata tajam preman yang meneror warga, Jumat (3/4/2024). (Dok warga)

Kitakini.news -Sejumlahoknum diduga mafia tanah mengganggu warga di Kampung Kompak, Desa Sampali,Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang. Masyarakat yang terdiri dariemak-emak dan pemuda mendapat teror dari puluhan preman.

Kawasanpenduduk tersebut menjadi mencekam gegara perbuatan para preman tersebut.Apalagi beberapa orang tua dan pemuda menjadi korban pembacokan.

"Kamitidak takut dengan teror oleh mafia tanah menggunakan jasa preman yang telahmendapatkan kontrak penuh untuk menyerang warga Kampung Kompak," ucap seorangibu, warga setempat yang berada di sekitar Jalan H Anif, PJ, 50 tahun, pada Jumat(3/4/2024).

Iamengatakan bahwa aksi penyerangan preman itu menggunakan senjata tajam. Kejadianberlangsung sekira Pukul 10.30 WIB. Saat itu, masyarakat setempat melakukanaksi memprotes dengan membakar bang, karena ada warga yang menjadi korbanpembacokan menggunakan parang dan samurai.

"Kamibukan penduduk liar, tetapi mendapat teror oknum mafia menggunakan suratberkala. Kita juga punya surat kepemilikan tanah. Selain itu, ada warga yangsudah tinggal 18 tahun di Kampung Kompak. Meskipun kami miskin, tetapi taathukum, kami bayar pajak (PBB)," katanya.

Menurutmereka, jika aturan hukum berjalan, harusnya ada jalur pangadulan atau membuatlaporan penyerobotan lahan ke pihak kepolisian. "Ini (mafia tanah) menggunakancara hukum rimba. Padahal mereka juga menggunakan jasa pengacara, tetapimemberi contoh tidak baik. Kami tidak akan tinggal diam, semoga masih adakeadilan di Indonesia," sebutnya.

Sebelumnyasempat ada penyerangan terhadap warga Kampung Kompak. Kejadian itu juga merekalaporkan ke pihak kepolisian karena korban pembacokan bersimbah darah padaDesember 2023 lalu.

Laporanatas nama Ferdy Panjaitan Cs ke Polrestabes Medan. Para saksi pelapor (korban) yangsebanyak lima orang, sudah diperiksa. Tetapi hingga kini belum ada titik terang.

Berdasarkaninformasi, beberapa hari sudah emak-emak dan pemuda di Kampung Kompak melakukanaktivitas sehari-hari, mendapat serangan tiba-tiba di siang hari. Sejumlahpreman pun datang membawa senjata tajam.

Sementaraatas laporan dan situasi tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Percut Seituanturun ke lokasi untuk menjaga kondisi nyaman dan kondusif.

"Sapapun premannya yang menyerang warga Kampung Kompak akan ditangkap dan ditindaktegas oleh unit Reskrim Polsek Percut Seituan," ucap Kanit Reskrim PolsekPercut Seituan, AKP Jafri Simamora kepada wartawan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

Geng Motor Mengamuk dan Lukai Warga dengan Senjata Tajam

News

Eksekusi Lahan Eks PTPN II Desa Sampali, Deli Serdang Ricuh, Satu Unit Mobil Damkar Terbakar

News

Polsek Percut Seituan Tangkap Pelaku Pembacokan di Desa Sampali

News

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembobol Grosir di Mabar

News

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa, 1 Orang Tewas