Kitakini.news -DewanPimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan yangdipimpin oleh Dwi Ngai Sinaga, menyelenggarakan Pendidikan Khusus ProfesiAdvokat (PKPA), bagi para lulusan S1 Hukum di seluruh Indonesia, Jumat(3/5/2024).
PelaksanaanPKPA tersebut, DPC Peradi Medan bekerjasama dengan Fakultas Hukum (FH)Universitas Dharmawangsa, yang beralamat di Jalan KL. Yos Sudarso, KelurahanGlugur Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.
Adapunpelaksanaan PKPA gelombang pertama yang digelar di ruang seminar UniversitasDharmawangsa dibuka oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi,Dr Burhan Sidabariba.
KetuaBidang PKPA DPC Peradi Medan, Bintang Cristin mengatakan penyelenggaraan PKPAgelombang pertama ini, mendapat tempat dan dipercaya oleh para calon advokatyang akan meniti karirnya di dunia advokat.
"Melihatantusias para sarjana hukum yang mengikuti PKPA ini, maka DPC Peradi Medan akanmembuka pendaftaran PKPA untuk gelombang kedua dan direncanakan akandilaksanakan pada bulan Oktober 2024 mendatang," ujarnya.
Sementaraitu, Ketua DPC Peradi Medan Dwi Ngai Sinaga MH mengatakan semua pengajar PKPA,sudah berpengalaman dan profesional di bidangnya.
"Sayaberharap, peserta PKPA dapat menjadi calon advokat yang berkualitas danprofesional serta handal untuk siap memberi warna tersendiri dalam duniaadvokat sesuai dengan amanat Undang-Undang Advokat," ujarnya didampingiSekretaris DPC Peradi Kota Medan Gerald Partogi Siahaan dan Bendahara JimmyAlbertinus.
MewakiliUniversitas Dharmawangsa, Prof Kusbianto selaku Direktur PascasarjanaUniversitas Dharmawangsa didampingi Kepala Prodi Magister Ilmu Hukum, Dr ArimanSitompul mengatakan bahasa PKPA merupakan jembatan menuju pada cita-citasebagai seorang advokat.
"Kitaberharap PKPA ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta. Sehingga,nantinya akan menghasilkan calon-calon Advokat yang berkualitas dan berakhlak,"pungkasnya.
Daripantauan di lokasi, setelah acara pembukaan, pelaksanaan PKPA tersebutdilanjutkan dengan pemaparan materi Kode Etik Advokat Indonesia oleh WakilKetua Umum DPN Peradi dan para pengajar.