Kitakini.news -MemperingatiHari Bumi tahun 2024, Sanggar Baca Idola menggelar jalan bersama sambilmengutip sampah di tepi jalan hinga penanaman pohon di lokasi sanggar, kawasanJalan Barokah, Pasar VIII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, KabupatenDeliserdang, Sumatera Utara, Minggu (19/5/2024).
Kegiatantersebut, seratusan orang terdiri dari anak-anak sambil membawa posterperingatan Hari Bumi, bersama sejumlah warga dan pengelola Sanggar Baca Idola.Mereka berjalan dari depan, Jalan Veteran menuju lokasi sanggar di JalanBarokah ujung.
PengelolaSanggar Baca Idola, Jhony Sitompul bersama Somorpo Hutabarat dan Posma Sitompulmengataka bahwa kegiatan tersebut sebagai wujud memperingati Hari Bumi, 22April. Seluruh peserta yang didominasi anak-anak terlihat bersemangat danbergembira.
"Anak-anakterlihat senang sambil berjalan kaki dan memungut sampah plastik yangberserakan di tepi jalan. Mereka juga berteriak selamatkan bumi," ujar Jhony.
Dalamkegiatan itu, turut hadir perwakilan organisasi Aliansi Tani BersamaLabuhandeli, Barisan Akar Rumput (BAR) Sumut, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem)Deliserdang serta unsur tokoh masyarakat.
Jhonyyang juga Ketua Panitia pelaksana, menyampaikan harapan agar peringatan HariBumi dapat memberikan pendidikan dan pengajaran kepada generasi penerus untukbijak merawat lingkungan, terutama dalam mencegah bencana ekologi.
"Seluruhdunia memperingatinya dengan tema Planet dan Plastik. Dan ini sudah menjadiperhatian seluruh bangsa. Dengan memupuk kesadaran komunitas, maka kitaberpartisipasi memberikan pendidikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak,"katanya.
Selainitu, ia berharap masyarakat yang tinggal di sekitar Sanggar Baca Idola, maupundi seputaran lahan perjuangan rakyat, untuk memperkuat persatuan. Bagaimana semuawarga saling membantu dan peduli dengan kehidupan pemukiman masyarakat yangseringkali mendapat ancaman penggusuran.
Sebagaipenutup, Somorpo Hutabarat dan Posma Sitompul membagikan bibit pohon manga kepadapuluhan anak, pelajar yang aktif berkegiatan di Sanggar Baca Idola serta wargalainnya, untuk mereka bawa pulang dan tanam di pekarangan rumah.