Siswa Tewas Diduga Dibakar Temannya di Padang Pariaman

Azzaren - Senin, 27 Mei 2024 12:30 WIB
Teks foto : Keluarga dari siswi yang diduga dibakar temannya, saat ziarah ke makam korban. (Bonar)

Kitakini.news -AldeliaRahma, 11 tahun, Siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Korong KotoKaciak, Nagari lll, Koto Aurmalintang, Kabupaten Padang Pariaman, SumateraBarat, meninggal setelah mengalami luka.

Korbandiduga dibakar oleh teman sekolahnya. Pihak keluarga sangat kecewa terhadappelayanan pihak rumah sakit yang merawat korban selama ini.

Dikawasan SDN 10 Durian Jantung, Nagari III, Koto Aurmalintang, Kabupaten PadangPariaman, Adelia Rahma diduga disiram dengan bahan bakar minyak (BBM) olehtemannya, pada 23 Februari 2024 lalu.

Awalmula kejadian saat itu Aldelia Goro di rumah sekolah, mengenakan pakaian olahraga. Lalu Aldelia membakar sampah dengan teman sekolahnya.

Saatmembakar sampah, salah satu temannya tiba-tiba menyiramkan bensin ke tubuhAldelia.

Setelahitu api langsung menyambar tubuhnya. Aldelia lari ke arah WC sekolah denganniat mencari air untuk memadamkan api lantaran temannya seketika kabur usaimelihat Adelia terbakar.

Namunkamar mandi sekolah terkunci, lalu korban lari ke dalam kelas, barulahdiketahui oleh guru. Guru menyuruh Adelia berguling-guling di tanah agar apipadam.

Laludibawa ke Puskesmas terdekat dan dirujuk ke rumah sakit di Lubuk Basung.Setelah itu dirujuk lagi ke Padang, di RSUP M Djamil Padang.

Berminggu-minggudi rawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Muhammad Djamil Padang, Aldelia Rahmadirawat, karena luka bakarnya mencapai 80 persen. Bocah ini dipulangkan dan dirumah mengalami gizi buruk.

Karenasemakin parah, bocah asal Korong Koto Kaciak, Nagari lll Koto Aur Malintang,Padang Pariaman itu kembali dibawa ke RSUP Muhammad Djamil Padang danmenghembuskan nafas terakhirnya di RSUP M Djamil Padang, Selasa, 21 Mei 2024.

Kakaksepupu Aldelia, Madona, Sabtu (25/5/2024), mengatakan, Aldelia meninggalsetelah sempat dipulangkan pihak rumah sakit untuk menjalani perawatan rumah,padahal belum pulih.

Aldeliayang berasal dari keluarga tidak mampu itu tidak menerima obat-obatan dan infuspengganti makanan, sehingga Aldelia itu terserang gizi buruk, pada 6 Mei 2024.

Madonamengaku pihak keluarga sampai hari ini menganggap kematian Aldelia masihmenjadi tanda tanya besar. Mulai dari pelaku (teman sekolah), pihak sekolah danrumah sakit.

Pihakkeluarga tidak menerima kejadian ini dan telah melaporkan kasus ini ke PolresPadang Pariaman.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Tragedi di Tol Padang–Sicincin, Dua Atlet Karate Sumut Gugur

News

Budaya Sipak Rago Masih Eksis di Padang

News

Polres Padang Pariaman Terus Berupaya Usut Kasus Kematian Gadis Penjual Gorengan

News

Gadis Penjual Gorengan Dikenal Baik oleh Warga Sekitar di Pariaman

News

Suasana Haru Selimuti Proses Pemakaman Jasad Gadis Penjual Gorengan

News

Kronologis Siswi Dibakar Versi Polres Pariaman