Kitakini.news - Naffa Zahra sempat kehilangan harapan saat mengetahui jumlahUang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayarnya begitu tinggi. Padahalsebelumnya dia mengetahui bahwa biaya kuliah Jurusan Sastra Arab di UniversitasSumatera Utara (USU) hanya berkisar Rp2,5 juta - Rp3,1 juta per semester.
Naffa yang hanya mengharapkan bantuan dari abangnyayang juga sedang kuliah sambil bekerja merasa tak mampu untuk membayar biayakuliah tersebut.
Menyikapi hal itu, Rektor USU Muryanto Amin buka suaraterkait permasalahan Naffa Zahra yang mendapat UKT sebesar Rp8.500.000 persemester.
Menurut Muryanto, hal itu terjadi karena Naffa salah mengisiformulir saat pendaftaran ulang setelah dinyatakan lulus melalui jalur SNBP.
"Naffa yang terkena UKT tinggi ketika diverifikasi ternyatadia tidak mengisi data-data yang ada dan bahkan memilih UKT penuh," imbuh Muryantopada wartawan di Medan, Selasa (28/5/2024).
"Pihak kampus kemudian melakukan komunikasi denganNaffa dan memberikan solusi untuk memperbaiki data yang sudah terlanjur diinputke dalam sistem pendaftaran," terangnya.
Muryanto juga mengungkapkan, bahwa Naffa dapat berkuliah diUSU dengan biaya UKT sesuai dengan kemampuan keluarga.
Sementara Naffa mengaku senang mengetahui jika dirinyamemiliki kesempatan untuk tetap berkuliah di jurusan yang sudahdidam-idamkannya sejak lama. "Senang, karena pelajaran sastra arab adalahpelajaran favorit saya," ujar Naffa Zahra.
Naffa kemudian langsung dibantu oleh Help Desk khusus UKT untuk mengisi form UKT Berkeadilan yangdisesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga.
USU akan terus membuka masa sanggah hingga batas yang belumditentukan untuk mahasiswa yang ingin mengajukan banding terhadap UKT yangditerima. Hingga saat ini sudah sebanyak 253 mahasiswa baru yang sudahmengajukan banding terkait UKT ke Unit Layanan Terpadu USU.
Universitas Sumatera Utara akan terus berkoordinasidengan Kementerian Pendidikan untuk melakukan evaluasi terhadap kenaikan UKTyang ada. (**)