Kitakini.news – Ketua TimPenggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK Sumut) Nawal Lubismengapresiasi kegigihan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah TsanawiyahNur Zamzam menghafal 30 Juz Al Qur’an.
Nawal berharap santri bernamaArif Mustafa tersebut memicu semangat santri-santri yang lain untuk menjadipenghafal Al Qur’an.
Arif Mustafa merupakan siswakelas 9 Ponpes Madrasah Tsanawiyah Nur Zamzam yang berada di Jalan Bajak,Marindal 1, Medan. Tekadnya yang kuat berhasil membuatnya menjadi Hafiz 30 JuzAlqur'an dengan dukungan orang tua.
“Anak kita ini luar biasatekadnya untuk menjadi penghafal Alqur’an, janji Allah kepada hafiz sangatbanyak, orang tua juga bangga, yang pasti Allah memberimu tempat yang mulia,” ujarNawal di Ponpes Tsanawiyah Nur Zamzam, melalui keterangan tertulis yang diterima,Sabtu (14/1/2023).
Nawal juga berpesan agar ArifMustafa untuk terus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan mencapaicita-cita setinggi-tingginya. Kemudian terus mengaplikasikan Alqur'an di dalamkehidupan sehari-hari.
“Lanjutkan pendidikanmu,sampai setinggi-tingginya, kami sebagai orang tua akan terus mendukung danterus terapkan Al-Qur'an dalam kehidupan, membawa hal positif kepada sekelilingmu,” tuturnya.
Sementara orang tua ArifMustafa, Mustafa Siregar dan Yusniwati, sangat bersyukur mendapat dukungan dariNawal Lubis untuk pendidikan anaknya.
“Bukan hal yang mudah bagikami untuk mendapatkan Ponpes untuk Arif, banyak tantangan tetapi akhirnyadengan dukungan Bu Nawal dan Madrasah Nur Zamzam, Arif bisa mencapaicita-citanya menjadi hafiz, kami sangat berterima kasih,” kata Yusniwati yangmeneteskan air mata.
Arif Mustafa merupakan anaksatu-satunya dari pasangan Mustafa Siregar dan Yusniwati, mereka berharapanaknya terus rendah hati dan membagikan ilmu kepada semua orang.
“Kami harap dia tetap rendahhati, bagikan ilmunya kepada semua orang dan menggapai cita-citanya,” pintanya.
Hadir pada acara ini KetuaYayasan Abdul Hakim Siregar, Pimpinan Ponpes Aminah Hedra dan jajarannya. Hadirjuga Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Suherman dan Kepala KepalaBadan Kesatuan Bangsa dan Politik Ardan Noor.
Redaksi