Kitakini.news -Sekretaris Komisi A Dewan PerwakilanRakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti meminta aparatKepolisian bertindak tegas dan terukur dengan menembak ditempat pelaku tindakkekerasan termasuk Begal yang kini semakin berani dan sadis.
"Begal ini sudah berani dansadis, karenanya perlu tindakan tegas, terukur dengan menembak di tempat parapelakunya," ujar Rudi kepada wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan,Rabu (5/6/2024).
Hal ini disampaikan Rudimerespon aksi begal yang tidak hanya terjadi Medan dan sekitarnya, tetapi jugadi Binjai.
"Itu di Dapil saya, di Binjai,belum lama ini, warga yang baru pulang nonton bola, tiba-tiba diserang orangtidak dikenal, yang saya duga adalah pelaku begal," ujarnya.
Dengan peristiwa tersebut, Rudimeyakini, para pelaku begal sudah tidak takut lagi melakukan aksi jalanannyabahkan tidak segan melukai korban dengan menggunakan senjata tajam.
Maka dari itu, sambung Rudi, aparatkepolisian bersama jajarannya juga harus berani mengambil tindakan tegas,selain memberi efek jera, juga dapat menekan aksi kriminalitas yang telahmengganggu aktifitas warga.
"Ya tegaslah, kalau perlu tembakdi tempat saja, karena para pelaku begal bukan hanya berani menganiaya korban,tetapi petugas pun tak jarang jadi korban saat hendak menangkap mereka," tuturnya.
Selain bertindak tegas, Rudi puntak henti-hentinya meminta Polri bersama TNI bersinergis untuk melakukanantisipasi dan pencegahan, dengan menggencarkan razia, dan patroli, khususnyadi daerah rawan begal.
"Kita minta patroli dan razia diatas jam 11 malam, jangan hanya tebar pesona, habis patroli foto-foto, lapor kekomandan," ucapnya.
Seperti peristiwa dialami wargabernama Aziz (27) seorang waitres yang menjadi korban pembacokan begal ketikamelintas mengendarai sepeda motor di Jalan Williem Iskandar/Jalan Pancing,Medan, Sabtu (25/5/2024) dinihari.
"Itu peristiwanya dini hari,sebaiknya di kawasan tersebut perlu dipatroli, dirazia, mengingat daerah iturelatif sepi, dan jarang dilintasi warga," terangnya.
Namun Rudi mengapresiasi aparatkepolisian berhasil meringkus dua dari lima pelaku yang diduga membegal, hinggamembuat tangan korban nyaris putus dan terpaksa diamputasi.
Rudi Rangkuti meyakini jikapatroli dilakukan rutin oleh pihak kepolisian, geng motor dan begal akan merasatakut. Kalau polisi melakukan patroli mulai dari jam 11 malam sampai dengan jamtiga pagi, dirinya yakin tidak ada lagi geng motor dan begal.
DPRD Sumut, tambah PolitisiPartai Amanat Nasional (PAN) ini, juga sudah melakukan kordinasi dengan aparatpenegak hukum Polda Sumut, agar terus mencermati dan mengantisipasi aksikekerasan yang biasanya didominasi oleh kalangan remaja itu.
"Kemudian, yang penting jugamengimbau kepada orangtua senantiasa mengawasi dan tak henti-hentinyamemperingatkan anak-anak mereka agar tidak pulang sendirian jika berkendaramalam hari," bebernya.
Kepada masyarakatjuga diminta untuk mengaktifkan kembali ronda malam, seperti yang pernahdilakukan era tahun 1990-an hingga 2000-an. "Saya kira ini jadi salah satulangkah antisipasi dan pencegahan terhadap aksi kekerasan, pencurian danbegal," pungkasnya.(**)