Hassanudin Komit Terus Jadikan Pengendalian Inflasi Atensi Penting Pemprovsu

Heru - Sabtu, 15 Juni 2024 06:03 WIB
(Diskominfo Sumut)
Penjabat Gubernur Sumatera Utara Hassanudin mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2024, di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Kitakini.news -PenjabatGubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Hassanudin mengikuti Rapat KoordinasiNasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 di Istana Negara, Jakarta,Jumat (14/6/2024).

Kepadawartawan Hassanudin menyampaikan komitmennya untuk terus menjadikan pengendalianinflasi sebagai atensi penting Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu).

Halini, lanjutnya, sejalan dengan dorongan Presiden Joko Widodo saat Rakornas yangmendorong integrasi Pemerintah Pusat dan daerah dalam mengendalikan inflasisaat menghadapi tantangan iklim.

"Sesuaidengan arahan Pak Presiden, kami komit untuk menjadikan pengendalian inflasiini sebagai atensi, hari-hari terus kami pantau, setiap Minggu kami adakanrapat koordinasi untuk ini," tuturnya.

Adapunbeberapa program atau strategi untuk pengendalian inflasi diantaranya,monitoring harga bahan pokok oleh Satgas Pangan, melaksanakan operasi pasar,pencanangan gerakan tanam komoditas pangan, hingga memanfaatkan Belanja TidakTerduga untuk subsidi ongkos angkut bahan pangan.

"Kitajuga terus memperkuat koordinasi dan sinergi TPID Provinsi dengan TPID Kabupaten/Kota,"imbuhnya.

Sementaraitu dalam sambutannya, Presiden Jokowi meminta agar perencanaan dalammenghadapi gelombang panas tinggi harus dikalkulasi dan diantisipasi darisekarang. Menurutnya perubahan iklim ke depan menjadi perhatian dunia.

Untukitu, Jokowi meminta agar perencanaan dalam menghadapi gelombang panas tinggiharus dikalkulasi dan diantisipasi dari sekarang. Hal ini guna menghindarikekeringan yang akan berpengaruh terhadap produksi pangan nasional.

Diperkirakannnya,ada 50 juta petani yang akan kekurangan air. Jika tidak ada air dan akanterjadi kekurangan pangan.

"Artinyaapa, jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombangpanas. Larinya nanti bisa ke inflasi," ujar Presiden.

Selainitu, Presiden juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan sistempertanian menjadi lebih modern, dengan menggunakan sistem smart agriculture,terutama untuk produk pangan unggulan.

Menurutnya,investasi juga diperlukan untuk membangun industri pengolahan, sehingga nilaitambah produksi pertanian meningkat.

"Undanginvestasi untuk membangun industri pengolahan, untuk membangun pabrikpengolahannya, sehingga nilai tambah dari setiap produksi yang ada dipertanian, perkebunan kita menjadi berlipat. Bangun juga sistem distribusi yangterintegrasi," katanya.

Meskibegitu Gubernur Bank Indoensia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, laju inflasiIndonesia masih terjaga di kisaran target yang ditetapkan. Bahkan, Ia menyebutinflasi Indonesia termasuk yang terendah di dunia yakni 1,5 sampai 3,5 persen.Tercatat tingkat inflasi secara tahunan kian menyusut, di mana pada Mei lalusebesar 2,84 persen.

"Treninflasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurun dan terkendali rendah. Bahkantermasuk yang terendah di dunia pada saat ini," kata Perry. (**)


Tag:

Berita Terkait

News

IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal

News

Gubernur Bobby Nasution Soroti Harga Beras, Pemprov Sumut Gelar Pangan Murah

News

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti Sebagai Pengganti Sementara

News

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Sumut Terjaga di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

News

TPID Sumatera Utara Keluarkan 6 Rekomendasi Strategis untuk Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan 2026

News

Sumut Waspada Ancaman Inflasi Februari 2026, Cabai Merah Jadi Faktor Utama