Kitakini.news -Presiden Republik Indonesia JokoWidodo kembali membeli sapi untuk kurban Hari Raya Idul Adha 1445 dari peternaksapi Kota Binjai. Sapi yang berasal dari peternakan Bang Yanto (YT Farm )seberat 860 Kilogram terpilih menjadi sapi kurban yang akan disembelih.
Sebelumnya pada tahun 2022 lalu,sapi kurban berjenis Limousin milik Jokowi yang disembelih pada Hari Raya IdulAdha di Sumut, juga berasal dari peternakan YT Farm yang berada di Jalan Labu,Kelurahan Paya Roba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Pemilik peternakan Yanto mengakubersyukur tak terhingga, jika sapi di peternakannya terpilih lagi menjadi sapikurban milik Jokowi.
"Sapi kita yang berjenisPeranakan Ongole (PO) Kebumen biasanya kami bilang para peternak, terpilihkembali menjadi sapi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tahun 2024 untukSumut," ujar Yanto, Jumat (14/6/2024).
Perjuangan dirinya selama merawatsapi berjenis PO tak sia-sia. "Kami selama merawat sapi ini yang gak kenallelah, sangat-sangat berjuang agar sapi gemuk sehat dan menjadi besar, danterpilih menjadi sapi kurban Pak Jokowi di Sumut," ujar Yanto.
Yanto mengaku sapinya dirawat lebihkurang satu tahun. Pada waktu pertama kali ia membelinya belum sebesar sepertisaat ini.
"Pada waktu itu kondisi sapinyamasih kurus, jadi di sini kami rawat betul-betul. Serta program perawatan danpakan yang maksimal, sehingga menjadi sehat dan gemuk," ucap Yanto.
"Beratnya kurang lebih 860 kilogram,Alhamdulillah dibayar Bapak Presiden Rp 90 juta. Mulanya kami ajukan Rp 100juta, tapi ada penawaran, sehingga harganya turun," ujarnya.
Yanto menambahkan, membuat sapimenjadi besar dan sehat, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan mulaidari pemilihan bibit, perawatan dan pakan sapi.
"kita harus tau sapi ini bangsabesar bisa mencapai satu ton kah, itu harus dipilih betul-betul. Dan kitabelajar dari pengalaman selama melihara sapi. Jadi kita tau sapi yang modelbesar seperti apa dan bagaimana. Kemarin kami pas, gak salah pilih tenyata.Selain pemilihan bibit, kemudian perawatan serta pakan. Jadi tiga ini haruskita kuasai, agar kita bisa mencapai sapi yang kita inginkan," ucapYanto.
Sapi miliknya ini ia beri nama namaSuro. "Kenapa kami kasih nama itu, karena kemarin kami beli sapi ini passaat Bulan Suro," ujar Yanto.
Ada beberapa tahapan pemeriksaansebelum sapi jenis PO milik Yanto terpilih menjadi sapi kurban Jokowi di Sumut.
"Ada pemeriksaan yang dilakukanoleh dokter hewan, salah satunya sample darah, air liur, dan kotorannya. Saatini sapi kami berusia 3,5 tahun," ucap Yanto.
Nantinya sapi milik Jokowi akandisembelih di Masjid Juang 45 Kota Medan. Yanto juga mengajak sesama peternak,agar saling sharing dan berbagi ilmu, agar tahun depan, peternak sapi lainnyaterpilih menjadi sapi kurban Presiden Indonesia. (**)