Kitakini.news - Ratusanguru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lulus tahun 2023menggelar aksi unjukrasa di depan pintu masuk kantor Bupati Langkat di Stabat,Senin sore (15/7/2024).
Merekamenuntut penjabat Bupati Langkat segera menandatangi surat keputusan (SK)kelulusan mereka sebagai guru PPPK. Aksi unjukrasa dilakukan para guru dengancara duduk di depan pintu gerbang masuk kantor Bupati Langkat. Akibat aksi iniakses jalan keluar masuk kantor Bupati Langkat tidak bisa dilalui.
Penjabat(Pj) Bupati Langkat, H. M. Faisal Hasrimy yang mengetahui ada aksi unjukrasa paraguru, kemudian mendatangi para pendemo.
MenurutnyaIa akan segera menandatangani Surat Keputusan (SK) para guru Pegawai Pemerintahdengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 di Langkat. Namun, penandatanganantersebut hanya akan dilakukan jika ada perintah dari pemerintah pusat.
"Sayabisa saja menandatangani SK kalian hari ini, namun pada akhirnya saya yangdisalahkan, dan saya yang bermasalah. Apakah kalian mau? Oleh karena itu, sayaberharap para guru bersabar karena ini masih dalam proses," ungkap FaisalHasrimy.
PjBupati menjelaskan bahwa saat ini proses terkait guru PPPK masih berlangsung,karena ada laporan dari guru lainnya. Pemerintah Kabupaten Langkat juga masihmenunggu keputusan dari tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
"Kamijuga masih menunggu jadwal untuk kembali beraudiensi dengan pihak Panselnas.Jika nanti mereka memberi perintah untuk segera menandatangani SK guru, makasaya akan menandatanganinya," ujarnya.
Diketahui,tim Panselnas terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara danReformasi Birokrasi (KemenPANRB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), sertaKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Salahseorang pendemo, Rahman dari SMP 2 Babalan berharap SK mereka dikeluarkan dalambulan ini.
"Saatini kami masih tetap mengajar di sekolah dan masih menerima honor dari danaBOS. Namun, ada juga teman-teman kami yang hingga saat ini belum menerima honordan berharap dengan keluarnya SK, mereka bisa mendapatkan hak mereka sebagaiguru", ujar Rahman.
Pantauanawak media, ratusan massa guru yang menggelar aksi demo damai akhirnyamembubarkan diri setelah mendengar penjelasan dari Pj Bupati Langkat.