Kitakini.news - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah SumateraUtara (DPRD Sumut), Anita Lubis terus mendorong peran aktif para ibu menjadibenteng ketahanan dalam rumahtangga, guna mengantisipasi dan mencegah anak-anakmereka terlibat dalam permainan judi online (Judol).
"Ibu itu benteng ketahanan rumahtangga,sehingga harus membentengi diri keluarga dan anak-anak mereka dari pengaruhnegatif, termasuk Judol," kata Anita, di Medan, Senin (15/7).
Hal ini dikatakan Anita kepada wartawan di GedungDewan Jalan Imam Bonjol, Selasa (16/7/2024), merespon tingginya jumlah anakkhususnya usia sekolah yang kencanduan Judi Online yang diperoleh dari teleponseluler (Gadget).
Anita Lubis juga mengaku prihatin denganpenyimpangan perilaku anak akibat Judol, yang telah menganggu performa belajardan pergaulan mereka.
"Kita sebagai ibu harus cepat tanggap dengankondisi itu, yakni melakukan berbagai langkah, termasuk pengawasan, dandisiplin, mulai dari jam belajar hingga kapan mereka diberi kesempatanmenggunakan Gadget," tegasnya.
Menurut Anita, lemahnya pengawasan membuatanak-anak seakan diberi kebebasan untuk melakukan apa saja, meski saat jambelajar bahkan saat makan bersama orangtua mereka.
"Kita lihat kini, saat kumpul lagi makan,terlihat mulai dari bapak, ibu dan anak-anaknya sibuk main ponsel, danironisnya seakan mereka nyantai-nyantai aja semua," tuturnya.
Berkaitan dengan disiplin, Anita mengaku sudahmemberi contoh kepada anaknya untuk hanya bermain Ponsel pada Sabtu dan Minggusaja.
"Saya memberikan berbagai kegiatan, supayamereka disibukkan dengan akfitias sehari-hari, sehingga mereka lupa mainponsel," imbuhnya.
Begitu juga dengan pengawasan, Anita menyebut,tanggungjawab seorang ibu bukan hanya mendidik, tetapi juga mengingatkananak-anak mereka untuk selektif bermain Ponsel.
"Ada konten yang tidak boleh dimainkan anak,ini harus terus menerus kita ingatkan. Dan penting saya kira, ibu harus tahupersis apa yang dilakukan, termasuk tidak sembarangan bermain Game di Warnet,"bebernya.
Dengan bentuk pengawasan dan disiplin yang ketat,Anita yakin pengaruh Judol bisa diminimalisir dan tidak menjerat masa depananak akibat permainan terlarang itu.
"Dalam berbagai reses DPRD Sumut, saya selaluingatkan para ibu bahwa ibu itu benteng rumahtangga, kalau benteng itu lemah,keluarga dan negara akan hancur. Kita terus dorong mereka untuk proaktifmembentengi diri, dan keluarga serta anak dari pengaruh Judol,"pungkasnya.
Namun Anita menyadari penanggulangan Judol yangtelah merasuki masyarakat termasuk anak-anak harus melibatkan semua pihak.
"Semuanya, tidak hanya ibu, harus ada aturanyang ketat terkait penggunaan konten atau aplikasi berdasarkan usia, tidakbebas seperti sekarang ini," tandasnya. (**)