Kitakini.news - Kebakaranyang menghanugskan hutan dan lahan di Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara,menurut Balai Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI) Wilayah Sumatera KementerianLingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), mencapai luas 300 Hektar.
Meluasnyakebakaran sejak titik awal asal api, karena tidak sempat ada pengendaliancepat. Meskipun petugas pemadam kebakaran terus berupaya keras memadamkankobaran api, namun medan yang sulit dan terjal menjadi kendala.
Kebakaranini sudah berlangsung sejak Minggu lalu. Api yang membakar hutan dan lahantersebut sangat besar, bahkan api sampai di pinggir jalan lintas wisata.
MenurutKepala Seksi Wil I Balai Pengendalian Perubahan Iklim wilayah Sumatera, Syamsudin,Senin sore (15/7/2024), api baru dapat dipadamkan pada Senin kemarin.
Menurutnya,faktor kebakaran 99 persen adalah faktor manusia, namun belum bisa diketahuiapakah itu dari kegiatan pengunjung wisata yang memancing dan membuang puntung rokok.Atau masyarakat sendiri membakar sampah.
Munculjuga pertanyaan apakah api tersebut berasal dari pembakaran yang disengajauntuk pembukaan lahan atau bermaksud menumbuhkan rumput baru untuk kebutuhanternak.
Dampakkebakaran ini sekitar 300 hektar lahan hangus terbakar, seperti yang terjadi diDesa Tupuklimbong. Sedangkan peristiwa kebakaran ini bermula dari api menyambardi hutan lindung Siarubung, Desa Sipitudai, Kecamatan Sianjur Mula-mula,kemudian merambah ke kecamatan Harian.
Sebanyak15 personel tim Mangala Agni Balai Pengendalian Perubahan iklim wilayahSumatera diturunkan untuk memadamkan api yang mengancam melebar kemana manahingga membakar hutan lindung yang ada di Pulau Samosir.