Kitakini.news - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara(DPRD Sumut), Sutarto menilai gerakan 'Marsipature Hutanabe' sebagai gerakanyang positif dalam membangun kampung Sumut kedepannya.
Menurut Sutarto, konsep yang diperkenalkan oleh MantanGubsu, Rajainal Siregar itu ditujukan kepada putera-puteri Sumut yang merantaudan sukses diperantauan untuk kemudian ingat dan kembali membangun kampunghalamannya.
"Sebuah konsep pembangunan yang menjadikanPutera Daerah sebagai garda terdepan pembangunan daerah," ujarnya kepadawartawan di Medan, Minggu (21/7/2024).
Hal ini dikatakan Sutarto merespon pasca dirinyamenerima silaturahmi DPD Perkumpulan Martabe Indonesia Sumut di gedung dewan,Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (19/7/2024).
Sutarto juga mendorong Martabe Indonesia turutserta dalam pembangunan Sumut ke depan dan pembangunan tersebut dapat dimulai daridesa.
"Menggerakkan potensi desa dengan adanya danadesa, memaksimalkan Bumdes dan banyak lagi. Dalam hal ini DPRD akan ikutmembantu sesuai dengan kewenangannya untuk program tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Martabe Indonesia Robert Siregarmenyampaikan, era Rajainal Siregar telah digagas pembangunan desa terpadu.
"Desa terpadu ini seperti desa mandiri. Desatersebut direalisasikan dalam berbagai program pembangunan yang bertujuan untukmerangsang peningkatan peranserta masyarakat desa dan perantau desa,"imbuhnya.
Saat ini, lanjut Robert, adanya dana desa dapatmemaksimalkan potensi desa tentunya dengan pengelolaan yang baik.
"Martabe dapat ikut berperan serta, karenadalam pengamatan kami, pengelolaan dana desa dari hulu ke hilir masih jauh dariyang kita harapkan. Kita juga bisa membantu soal digitalisasi UMKM yang ada,"tandasnya.
Tak hanya itu, menurut Robert, Sumut memiliki 'DesaBersinar' yakni desa yang bersih dari segala aktivitas penyalahgunaan Narkoba.
"Desa Bersinar ini sebagai role model, bahwadesa harus mampu menjadi benteng menghadapi masalah Narkoba yang merajalela diSumut ini," pungkasnya. (**)