Kitakini.news - Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pada RaudlatulAthfal (RA) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada madrasah untuk tahap II2024 akan segera dicairkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia(Kemenag-RI).
"Kita telah membahas proses pencairan Tahap II BOP RA danBOS Madrasah 2024. Kami upayakan ini bisa segera disalurkan," ujar DirekturKurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSSK) Madrasah, Ditjen PendidikanIslam, M Siddik di Jakarta, melansir dari laman resmi Kemenag.go.id, Kamis(1/8/2024).
Seperti diketahui, Proses pencairan dana BOP dan BOS ini telahdibahas bersama dalam Rapat Koordinasi Penyaluran BOS Madrasah & BOPRaudhatul Athfal 2024 selama 3 hari dimulai dari, Senin (29/7/2024) sampai Rabu(331/7/2024) di Jakarta.
Rapat tersebut diinisiasi diinisiasi Subdit Kelembagaandan Kerjasama ini dihadiri Ketua Tim Kelembagaan dan SIM atau Tim BOS KanwilKemenag Provinsi seluruh Indonesia, Tim EMIS, serta Tim Scrum PMU MEQR(Madrasah Reform).
Menurut Sidik, penyaluran dana BOP dan BOS menjadi salahsatu ikhtiar Kemenag dalam mengupayakan kemajuan Madrasah. Rakor digelar untukmengevaluasi proses penyaluran BOP dan BOS pada tahap I agar bisa berjalanlebih baik dan optimal pada fase II.
"Temuan yang sering terulang agar dapat diminimalisir,khususnya Madrasah swasta yang penggunaan dana BOS lebih longgar. Untuk madrasahnegeri ada kebijakan pembelanjaannya melalui e-Purchasing, salah satu solusi untuk meningkatkan transparansi danakuntablitas. Ini tanggung jawab kita semua untuk mengawalnya sehinggatemuan-temuan terus berkurang," bebernya.
Sidik juga meminta, pada tahap II ini pembelanjaan BOSmenggunakan e-Purchasing, termasukbagi madrasah swasta. Dengan sistem ini, pihaknya ingin melihat kecendrunganbelanja madrasah untuk apa saja.
"Ketika e-Purchasingdiberlakukan sudah tidak bisa longgar dan tidak bisa menggeser anggarandari yang sudah direncanakan. Pada akhirnya pengguna dana BOS pada Madrasahbaik negeri maupun swasta transparan, efesien, dan efektif serta akuntabledalam pengadaan barang dan jasa," terangnya.
"Saya minta, CutOff data dipadankan dengan data EMIS sehingga margin errornya lebih sedikitdari tahun lalu. Bagus tidaknya dan lancar tidaknya penyaluran BOS, sangatditentukan juga oleh kualitas data," tandasnya.
Sebelumnya, Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama PapaySupriatna melaporkan bahwa rakor diselenggarakan untuk mengevaluasi terhadappenyaluran BOS Madrasah tahap I sekaligur persiapan penyaluran BOS Madrasahtahap II 2024. Evaluasi bertujuan untuk memitigasi persoalan yang terjadi dalampenyaluran BOS.
Menurut Papay, total anggaran BOP RA 2024 sebesarRp812.156.400.000,- untuk 29.975 lembaga. Anggaran ini sudah disalurkan padaTahap I sebesar Rp405.712.500.000,- (49,95 persen).
"Untuk tahap II, anggaran sebesar Rp406.443.900.000,-.Dari jumlah itu, ada Rp89.246.787.000,- atau 21,96 persen) yang statusnya masihterblokir automatic adjustment," sebut Papay.
Untuk dana BOS Madrasah 2024, teralikasikanRp8.252.721.844.000 untuk madrasah swasta. Jumlah ini terdiri atasRp3.447.462.914.000,- alokasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta;Rp.3.051.960.690.000,- alokasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta, danRp1.753.298.240.000,- alokasi Madrasah Aliyah (MA) Swasta.
"Total Penerima BOS TA 2024 sebanyak 50.494 Madrasah,terdiri atas 24.496 MI, 17.182 MTs, dan 8.816 MA," ucap Papay.
Pada tahap I, Anggaran BOS Madrasah sudah tersalurkansebesar Rp.4.122.235.750.000,- atau 49.95 persen. Untuk Tahap II, dana tersediasebesar Rp4.092.425.710.860,-, dan 2,5 triliun di antaranya masih dalam statusblokir Automatic Adjusment. (**)