Kitakini.news - Ratusanelemen masyarakat Kota Padangsidimpuan bersama Aliansi Masyarakat Pemuda danMahasiswa Anti Korupsi Kota Padangsidimpuan menyampaikan seruan agar mantanWalikota Padangsidimpuan periode 2018-2023, IN secepatnya ditangkap dan diadilioleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan, yang diduga sebagai aktorintelektual kasus pemotongan anggaran dana desa (ADD).
Seruanini disampaikan ratusan masyarakat dan Aliansi Masyarakat Pemuda dan MahasiswaAnti Korupsi didepan pintu gerbang kantor Kejari Padangsidimpuan jalan SermaLian Kosong, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan, SumateraUtara, Kamis (1/8/2024) pagi.
"Tangkapdan adili Irsan Efendi Nasution yang diduga merupakan aktor intelektual tindakpidana korupsi sewaktu menjabat Walikota Padangsidimpuan periode 2018 – 2023,"ucap Didi Santoso saat menyampaikan orasinya dihadapan Kajari Padangsidimpuanyang melalui Kasi Pidum Alan Baskara Harahap, yang didampingi para Jaksafungsional bersamapersonel TNI polri
Selanjutnya,Didi Santoso menyampaikan bahwa kita masyarakat Kota Padangsidimpuan bersamaAliansi Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi mendukung penuh kinerjaKajari Padangsidimpuan Lambok MJ Sidabutar, untuk menuntaskan permasalahantindak pidana korupsi yang masih ditangani oleh Kejari Padangsidimpuan.
"Jangantakut dan selalu tegak lurus Pak Kajari untuk menuntaskan tindak pidana korupsidi Kota Padangsidimpuan, apalagi hari ini penyidik Kejari Padangsidimpuan akanmelakukan pemanggilan kedua terhadap mantan Walikota Padangsidimpuan IrsanEfendi Nasution atas penyalahgunaan wewenang dugaan tindak pidana korupsipemotongan ADD sebanyak 18 % Per Desa Se - Kota Padangsidimpuan tahun anggaran2023," tambah Didi Santoso dihadapan ratusan masyarakat yang ikut dalam aksidamai tersebut.
SementaraRahmat Efendi Nasution menyuarakan bahwa pemufakatan jahat tindak pidanakorupsi Dana Alokasi Desa dan Dana Desa (DD) ini merupakan perbuatan yang sudahmerampas hak kesejahteraan masyarakat Kota Padangsidimpuan dan permasalahan inimerupakan permasalahan nasional.
"Bagaimanamasyarakatnya Kota Padangsidimpuan, khususnya masyarakat Desa yang ada di KotaPadangsidimpuan ini mau sejahtera kalau masih ada pemotongan ADD sebanyak 18 %Per Desa se - Kota Padangsidimpuan," papar Rahmat Efendi Nasution.
Menurutnya,pemotongan ADD TA 2023 sebanyak 18 % Per Desa se-Kota Padangsidimpuan inisangat menyayat hati masyarakat Kota Padangsidimpuan karena ADD inidialokasikan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakatKota Padangsidimpuan.
"Kitaperhatikan sebanyak 920 juta ADD Per Desa se-Kota Padangsidimpuan dilakukanpemotongan sebanyak 18 % tentunya nilainya sangat menggiurkan untuk oknum-oknumpejabat yang terlibat dan sebaliknya menjadi penyayat hati bagi masyarakatkhususnya masyarakat Desa yang ada di Kota Padangsidimpuan ini," beber RahmatEfendi Nasution.
SementaraWakil Ketua LSM Penjara-PN, Saut MT Harahap mengatakan bahwa kedatangan merekaseabgai bentuk apresiasi terhadap kinerja Kejari Padangsidimpuan.
"Terimakasihkepada Kajari Padangsidimpuan, Lambok MJ Sidabutar, yang sudah membuat warnabaru di Kota Padangsidimpuan ini dalam rangka memberantas tindak pidanakorupsi," kata Saut.
Pihaknyajgua mendukung Kajari Padangsidimpuan Lambok MJ Sidabutar beserta stafnya untukmenyelesaikan permasalahan hukum, khususnya tindak pidana korupsi di KotaPadangsidimpuan.
"Terkhususuntuk melakukan penangkapan terhadap mantan Kadis PMD berinisial IFS yang sudahditetapkan tersangka dan sudah ditetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO),"sebutnya.
Halyang sama juga diutarakan Ketua Padangsidimpuan Institute (PIN), Amir HamzahHarahap yang menyampaikan, bahwa tindak pidana korupsi yang berlangsung di saatkepemimpinan Irsan Efendi Nasution ini adalah untuk memperkaya diri sendiri danjuga sekelompok dan memperdulikan penderitaan masyarakat Kota Padangsidimpuan.
"Tindakpidana korupsi ini digunakan oknum ' oknum tersebut untuk memperkaya dirisendiri dan sekelompok, seperti, membeli kebun, membeli rumah, mobil danlainnya, sementara masyarakat Kota Padangsidimpuan hanya merasakan penderitaanakibat ulah oknum-oknum tersebut," pungkas Amir.
SementaraPerwakilan tokoh agama kota Padangsidimpuan, Ganti Tua Siregar mengatakan mendukungpenuh kinerja Kejari untuk menuntaskan semua kasus korupsi yang berada di kotaini, dan menolak dengan tegas upaya intervensi kepada kejaksaan. Baik bentukpenekanan maupun segala ancaman dan menyeret dan menangkap aktor intelektualterhadap kasus dugaan pemotongan alokasi dana desa sebesar 18% per desa se-KotaPadangsidimpuan.
Sementaraaksi damai masyarakat Kota Padangsidimpuan bersama Aliansi Masyarakat Pemudadan Mahasiswa Anti Korupsi ini diterima oleh Kajari Padangsidimpuan Lambok MJSidabutar, melalui Kasi Pidum Alan Baskara Harahap. Pihaknya mengucapkanterimakasih dan apresiasi atas dukungan masyarakat yang diberikan kepada KejariPadangsidimpuan.
"Selanjutnyakita akan menyampaikan bentuk apresiasi ini kepada pimpinan kita Bapak KajariPadangsidimpuan Lambok MJ Sidabutar," jelas Kasi Pidum.