Kitakini.news -Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) DemamBerdarah Dengue (DBD) dan Malaria yang melanda Kabupaten Nias Selatan harusmendapat perhatian khusus dan upaya penanganan signifikan. Sebab, jumlah wargayang terinfeksi sampai saat ini semakin meningkat.
"Tentunya peran aktif dari kepala daerahyang ada di Nias, dan kita sudah sampaikan waktu pekan lalu kepada Pj Gubernur PakFatoni, untuk bisa dikoordinasikan dalam rapat terbatas untuk menangani KLBterhadap Malaria dan DBD yang menimbulkan korban di masyarakat, khususnya NiasSelatan," ujar Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara(DPRD Sumut), Hendro Susanto saat dikonfirmasi wartawan dari Medan, Rabu (21/8/2024).
Menurut Hendro, Dinas Kesehatan (Dinkes)Sumut sudah melakukan diskusi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Pekanlalu sudah turun tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Pusat dan provinsi,"imbuhnya.
"Harus saling menjaga dan mengawasi warganya.Jangan sampai masyarakatnya terkena DBD dan Malaria hingga terjadi kematianseperti itu. Saya sebagai anggota DPRD Sumut punya tanggung jawab. Bagaimanapunmereka warga Sumut yang harus kita lindungi dan kita jaga," tegasnya.
Hendro juga mengaku pada Juni 2024 lalusaat berkunjung ke Gunung Sitoli belum ada penanganan serius yang khusus dancepat.
"Jadi penanganan serius itu harusdilakukan sejak satu atau dua orang yang terkena Malaria. Kemudian harus segeradikaji, dianalisis, dan dilaporkan ke Dinkes provinsi, dan nantidikoordinasikan dengan Kemenkes," ungkapnya.
Selain itu, Hendro juga mengajak masyarakatuntuk mengikuti arahan dari kepala daerah seperti Dinkes, tenaga medis, danlainnya mengenai DBD dan Malaria.
"Kita berjuang bersama-sama untukmenurunkan kasus malaria dan DBD di Nias, khususnya Nisel," pungkasnya. (**)