Kitakini.news -Puluhan elemen massa dari GerakanMahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan, menggeruduk gedung DewanPerwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Kamis (22/8/2024).
Salah satu seruan mereka adalahmendesak masyarakat untuk melawan politik dinasti dan menyelamatkan demokrasidi Indonesia, yang telah tercabik-cabik akibat kapentingan segelintir pihak.
Sambil membawa spanduk bertuliskan"Selamatkan Demokrasi, Lawan Dinasti", kordinator aksi Surya DermawanNasution mengatakan, aksi unjuk rasa yang digelar merupakan bentuk keprihatinanatas tercabik-cabiknya demokrasi di Tanah Air.
"Kita sekarang sedang berdukaatas pembangkangan yang dilakukan oleh DPR RI terhadap putusan MahkamahKonstitusi (MK) terkait undang-undang Pilkada. Mari kita bersatu menyelamatkandemokrasi yang saat ini sudah mati dan tercabik-cabik," teriak Dermawan.
Dengan suara lantang, massapengunjuk rasa juga menyerukan agar semua elemen masyarakat bangkit untukmelawan politik dinasti yang telah merusak demokrasi saat ini.
Perlu diketahui, tandas pengunjukrasa, putusan MK terkait Pilkada sudah bersifat final dan mengikat, sehinggawajib dipatuhi oleh semua pihak.
"Menurut Undang-Undang Dasar1945, MK memiliki kewenangan dalam mengadili pada tingkat pertama dan terakhiryang putusannya bersifat final, termasuk dalam perkara perselisihan hasilpemilihan umum, pemilihan kepala daerah(Pilkada)," katanya
Atas dasar itu, tambahnya, setiapputusan MK terkait Pilkada harus dipatuhi oleh para pihak yang terlibat,termasuk DPR RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemerintah daerah, serta calonkepala daerah.
"Kami mengecam keras sikap DPRyang dinilai melakukan pembangkangan hukum terhadap putusan MK. Rakyat harusbergerak melakukan perlawanan, untuk menyelamatkan demokrasi dan selamatkanRepublik Indonesia," seru pengunjuk rasa.
Namun aksi mahasiswa ini hanyaberlangsung sebentar dan tidak ada seorangpun anggota dewan menerima aspirasinya,karena massa terlihat terburu-buru meninggalkan gedung DPRD Sumut, serayaberpamitan kepada aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan gerbang gedungdewan. (**)