Kitakini.news – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP) berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp117,83 triliun sepanjangtahun 2022. Hal ini merupakan hasil dari kontribusi kinerja pengawasan dariberbagai aspek yang dilakukan.
Aspek tersebut adalah proyek infrastruktur prioritas,pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.
“Kontribusi kami efisiensi belanja sebesar Rp76,32 triliun,penyelamatan keuangan negara Rp37,01 triliun dan sebesar Rp4,50 triliun berasaldari optimalisasi penerimaan negara,” ucap Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh diJakarta melansir dari Inilah.com, Kamis (19/1/2023).
Yusufmengungkapkan, adapun rentang pengawasan yang dilakukan pihaknya meliputipengawasan terhadap 86 kementerian atau lembaga, 542 pemerintah daerah, dan74.961 pemerintah desa.
“Sedangkandalam sektor pembangunan BPKP melakukan pengawasan di 212 proyek dan programstrategis nasional, serta 112 proyek pembangunan lain,” terangnya.
Sementaradalam bidang korporasi, lanjut Yusuf, pihaknya mengawasi 114 Badan Usaha MilikNegara (BUMN) dan anak perusahaannya, 1.154 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),1.340 Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta39.769 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pada2022 BPKP melakukan sebanyak 18.300 kegiatan pengawasan yang terbagi menjadi14.413 kegiatan assurance yang meliputi audit, evaluasi, serta 3.887 kegiatan Consultingberupa pembinaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, tata kelola, danpengelolaan keuangan negara.
MenurutYusuf, pengawasan yang dilakukan sepanjang 2022 diprioritaskan untuk mendorongpemulihan ekonomi yang cepat dan kuat, serta membantu pemerintah dalamresiliensi berbagai tantangan ke depan.
Untuktahun 2023 BPKP telah menyusun Agenda Prioritas Pengawasan (APP) dan AgendaPrioritas Pengawasan Daerah (APPD) untuk menjaga akuntabilitas dan tata kelolapemerintah pusat maupun daerah.
Redaksi