Kitakini.news – Kontribusipendapatan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean(KPPBC-TMP) Belawan kepada negara mencapai target sebesar 104,7 persen dengan nilai nominalRp3,4 triliun.
Penerimaan itu melalui klinik ekspor berbagai potensi, eksistensi dan fasilitasi untuk eksporhasil bumi ke berbagai negara.
Demikiandisampaikan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC-TMP Belawan, Donny Agung Fajar Muliawan, Jumat(20/1/2023).
KPPBCmelakukan total penindakan sebanyak 167 kasus selama tahun 2022.
Dengan banyaknya kasus yang ditangani salah satu buktimelindungi masyarakat dari pengaruh barang berbahaya yang dicoba orang yangtidak bertanggung jawab untuk melakukan penyelundupan.
Seperti diketahui penyelundupan itu sangat merugikan negaradari sisi ekonomi dan masyarakat Indonesia.
Pendapatan KPPBC Belawan meningkat karena semakindigiatkannya sistem elektronik 4.0, juga kerjasama antar negara yang semakinmeningkat.
Dikatakan Donny, tahun 2022 menjadi episode penting dalamkehidupan berbangsa dan bernegara.
Makin bersatunya bangsa, maka makin kuatnya Indonesia dalammenghadapi berbagai tantangan seperti dampak pandemi-19 dan gejolak ekonomi.
Peran serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalamsetiap capaian pelaksanaan tugas Bea Cukai dengan bahu-membahu menjadikanIndonesia yang makin baik.
“KPPBCBelawan mengajak bersama melakukan refleksi, menengok kembali berbagaipencapaian dan tantangan yang telah dilalui sebagai pelajaran sekaligus bekalperjalanan untuk makin tangguh, makin optimis, dan makin waspada dalammenyongsong harapan serta mengarungi berbagai tantangan di tahun 2023,” pintanya.
Kontributor: DesrinPasaribu