Aripay Tambunan: Jangan "Dipelintir" Kabinet Merah Putih, Ormas dan OPD di Daerah Juga “Gemuk”

Heru - Selasa, 22 Oktober 2024 21:19 WIB
(Kitakini.news/Heru Soesilo)
Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Dr Aripay Tambunan MM.

Kitakini.news -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat DaerahSumatera Utara (DPRD Sumut), Dr Drs Aripay Tambunan MM meminta kepada semuapihak untuk tidak memelintir dan berspekulasi terhadap Kabinet Merah Putih dipemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang dinilai "Gemuk".

"Memang banyak Menteri dan WakilMenterinya, jangan diplintir. Sekarang saja organisasi kemasyarakatan maupunorganisasi kepemudaan (OKP) di tingkat kabupaten dan provinsi banyak jumlahpengurusnya. Kemudian di pemerintahan daerah saja juga gemuk, seperti di PemerintahProvinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), ada berkisar 45 OPD. Nah ini mengurusnegara, ada 280 juta rakyat Indonesia yang harus diurus. Jumlah 112 orang di KabinetMerah Putih itu semuanya mempunyai Tufoksi masing-masing untuk mempercepatkinerja kementerian maupun badan di kabinet bentukan Pak Prabowo," ujar Aripaykepada wartawan di ruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa(21/10/2024).

Hal ini disampaikan Dr Aripay Tambunanmerespon banyaknya spekulasi dan opini yang muncul prihal banyaknya jumlahorang yang mengisi Kabinet Merah Putih di Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Aripay juga menilai, orang-orang yangditunjuk Presiden Prabowo juga memiliki kapabilitas yang baik dan ahli padabidang masing-masing. Ini membuktikan bahwa 112 orang yang duduk di KabinetMerah Putih itu bukan orang sembarangan meskipun ada juga berasal dari partaipolitik.

"Tentunya ini akan memudahkan PakPrabowo dalam mengurus negara. Bila presiden nanti bertanya sejauh mana kinerjayang telah dikerjakan, maka 112 orang ini akan membuat laporan yang konkrit dankredibel, tidak lagi beropini," imbuh Politisi Partai Gerindra ini.

Selain itu, lanjut Wakil Rakyat yangberasal dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut V meliputi Kabupaten Batubara,Asahan dan Kota Tanjung Balai ini, setiap pemimpin pastinya memiliki gayaataupun style masing-masing untuk menjadikan republic ini maju dan sejahtera

"Ini sejarah baru. Tak bisa dipaksaseorang pemimpin itu mengikuti gaya pemimpin sebelumnya. Pak Prabowo punya gayasendiri dalam menunjukkan etosnya dalam memimpin, terutama pada dalam masa 100kerja," cetus Aripay.

Tak hanya itu, Aripay juga mengapresiasiPresiden Prabowo Subianto yang membagi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Risetdan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi 3 kementerian, salah satunya menjadiKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dipimpin olehProf Dr Abdul Mu'ti M.Ed.

Kemendikdasmen ini memang layak dipisahdan tersendiri, sebab begitu banyak sekolah dasar dan menengah yang ada diIndonesia yang merupakan dasar dari "Pencetakan" generasi Indonesia yangcerdas, unggul dan berkarakter. Sehingga, akan lebih fokus bagi Prof Mu'ti untukmembenahi sistem dan kurikulum dalam membentuk dan menciptakan generasiIndonesia yang diinginkan.

"Saya kenal baik dengan Prof Mu'ti. Beliaumemang tokoh pendidikan yang telah banyak berbuat, berjuang dan menghasilkansistem pendidikan yang baik di Indonesia, khususnya di Muhammadiyah. Namun,kontribusi beliau bagi bangsa di dunia pendidikan sudah tak diragukan lagi. Makadari itu, tidak salah bila Presiden Prabowo memilih Prof Mu'ti menjadiMendikdasmen," pungkasnya. (**)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

News

DPRD dan Pemprov Sumut Sepakati P-APBD 2026, Diproyeksi Rp12,92 Triliun

News

Asal Usul Kayu Belum Diperiksa, DPRD Sumut Prihatin Gakkum Langsung Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka

News

Bobby Tekankan Percepatan Pembangunan Usai Penandatanganan KUA-PPAS P-APBD 2026

News

Bobby Yakinkan Dewan, Dana Bansos Dibayarkan Dalam Sepekan

News

DPRD Sumut Desak Kasus Kekerasan Dua Bocah di Dairi Diusut Tuntas, Orang Tua dan Pihak Lain Diminta Diperiksa

News

Guru PPPK Direncanakan Diambil Alih Pusat, Yahdi Khoir Minta Segera Implementasikan