Keluarga Duga Ada Kejanggalan pada Kasus Gadis Gantung Diri

Efendi Jambak - Senin, 11 November 2024 13:04 WIB
Teks foto : Rombongan Lembaga Burangir saat mendatangi rumah duka di Desa Rimbasoping, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (9/11/2024). (Efendi Jambak)

Kitakini.news - Keduaorangtua korban gantung diri Dede Sri Anisa Harahap (18) mengaku menemukanbanyak kejanggalan meninggalnya anak mereka di dalam rumah kost di Jalan Mangaan8, Gang Aman, Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kamis (7/11/24) lalu.

KepadaAwak media, Samsul Harahap (58), ayah korban saat ditemui di Desa Rimbasoping,Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (9/11/2024), mengungkapkan,pihak keluarga sangat terpukul dan berduka atas meninggalnya putrinya itu.

Apalagi,4 hari sebelum meninggal, korban masih sempat berkomunikasi lewat WhatsApp dan mengabarkandalam keadaan sehat melaluisaudara-saudaranya.

"Samasekali kami tidak menyangka kalau putri kami meninggal karena bunuh diri.Karena sehari sebelum kejadian, korban juga tidak cerita, kalau memang adamasalah atau lainnya. Seperti biasa, korban rutin menghubungi orangtua dansaudara-saudaranya," ujarnya dengan lirih dan wajah sedih.

Yangmembuat keluarga kecewa, sampai Kamis (7/11/2024) lalu, keluarga hanyadikabarkan bahwa Dede Sri Anisa Harahap meninggal karena bunuh diri.

Ditambahkannyaseluruh keluarga di Kota Padangsidimpuan sangat terpukul dan berduka atasmeninggalnya, Dede Sri Anisa Harahap.

"Tapikami tidak diberikan bukti-bukti yang menguatkan, kalau korban bunuh diri.Bahkan, perwakilan keluarga kami yang mewakili fi Medan saat penjemputanjenazah, malah mendapatkan surat penolakan untuk autopsi jenazah,"bebernya.

Dihadapan Wartawan, orangtua korban menuturkan bahwa mereka melihat ada beberapakejanggalan atas kematian putri mereka, membuat curiga bahwa anak merekameninggal bukan karena bunuh diri.

"Karenaada beberapa kejanggalan yang kami temukan saat jenazah mau dimandikansebelumdimakamkan seperti memar di sekujur tubuh korban dan juga kulit yangterkelupas," terangnya.

Kemudianlanjut, Samsul Harahap ada kiriman video yang sudah viral di media sosialbagaimana posisi anaknya saat ditemukan pertama kali oleh teman nya sendiribahwa tidak seperti posisi biasa orang yang bunuh diri, dimana lehernyamendongak keatas bukan ke bawah, lalu tidak ditemukan juga lidah keluar,kotoran keluar maupun air mani.

Olehkarena itu, pihak keluarga memohon agar aparat penegak hukum mengungkapperistiwa sebenarnya atas kematian putri mereka.

"Kamikeluarga tidak mampu dan tidak paham hukum, kami memohon polisi dapat mengusutkematian anak kami," pinta Samsul Harahap dengan nada sedih.

Kejanggalanlain, pihak keluarga juga berusaha menelusuri, bila korban memiliki masalahasmara dengan sang pacar.

"Keluargasudah mencari tahu dan menanyakan pacarnya di Medan," ucapnya.

Atasdasar itulah, keluarga meminta polisi bisa mengusut tuntas mengenai kasus bunuhdiri tersebut.

"Kamibisa menerima legowo meninggalnya korban karena bunuh diri, selama memang adabukti yang menguatkan kami," tegasnya.

Keluargasaat ini mengharapkan ada yang bisa mendampingi mereka untuk membuat laporanresmi ke Polda Sumut karena mereka sangat buta akan proses hukum dan juga tidakmemiliki dana untuk mengejar keadilan atas kematian anak mereka.

Mendapatkeluhan pihak keluarga Korban itu, Sekretaris Lembaga Burangir, Juli H Zegabersama tim mendatangi kediaman orangtua dari almarhum Dede Sri Anisa Harahapdi Desa Rinbasoping, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu untuk mendengarkansecara detail peristiwa itu langsung dari orangtua dan keluarga korban.

Julimengatakan atas peristiwa tersebut lembaga Burangir Perlindungan Anak danPerempuan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa tersebut.

"Apalagialmarhum masih berusia 18 tahun dan BURANGIR berjanji akan mencari carabagaimana keluarga mendapat jawaban dari seluruh kejanggalan-kejanggalan yangtelah disampaikan kepada kami," ucap Juli.

Sepertidberitakan, warga Jalan Mangaan 8, Gang Aman, Kelurahan Mabar Hilir KecamatanMedan Deli mendadak heboh.

Pasalnya,warga dikejutkan dengan penemuan adanya seorang penghuni kos ditemukan tewastergantung di dalam kamarnya.

Daridata yang diperoleh wartawan, korban diketahui bernama Dede Sri Anisa Harahap(18) warga Desa Rimba Soping, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, KotaPadangsidimpuan, ditemukan tewas tergantung di dalam kamar kos denganmenggunakan tali selendang.

KapolsekMedan Labuhan, Kompol PS Simbolon saat dihubungi wartawan membenarkan kejadiantersebut.

"Iyamemang ada tadi laporan penemuan seorang wanita yang ditemukan tak bernyawa didalam sebuah kamar kos di Kelurahan Mabar," ucapnya.

DijelaskanKapolsek, pertama kali jasad korban ditemukan oleh salah satu rekannya bernamaJihanna Fahrisa yang datang ke kos korban untuk mengajak kerja.

"Tadikawannya yang menemukan korban sudah tergantung di dalam kamar kos," sebutnya.

Saksilangsung melaporkan temuan tersebut kepada warga sekitar dan meneruskannyakepada pihak kepolisian.

"Mendapatlaporan kita langsung turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Dari hasilpemeriksaan sementara dari tim inafis tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhkorban. Jadi kesimpulan sementara korban murni bunuh diri," jelasnya.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Momentum Ramadan, Keluarga Besar Yayasan Burangir Gelar Buka Puasa Bersama Dengan Insan Pers

News

Felis Siregar, Balita Penderita Jantung Bocor Asal Arse Menanti Dermawan

News

Warga Jalan Pane Dihebohkan Penemuan Jasad Gantung Diri Dalam Rumah

News

Lansia 62 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Sidimpuan

News

Jadwal Bayar Kontrakan, Pria di Jalan Nagur Ditemukan Tewas Gantung Diri

News

Pemuda di Padangsidimpuan Cabuli Siswi SMP Hingga Sebar Vidio Tak Senonoh