Kitakini.news– Seorang warga Sumatera Utara (Sumut), Icut diduga menjadi korban Human Traficking atau Perdagangan Manusia di Negeri Jiran Malaysia.
Hal itu disampaikan langsung pasangan suami isteri, Eko danSafitri saat mendatangai ruangan Fraksi PKS Dewan PerwakilanRakyat Daerah (DPRD) Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (24/1/2023) sore.
Pasangansuami istri ini diterima Anggota Fraksi PKS DPRD Sumut, Hendro Susanto danmengatakan bahwa kedua pasutri itu menangis saat menceritakan kronologis yangmenimpah salah satu anggota keluarganya.
“Anaknyadijanjikan akan menerima gaji yang cukup besar dan tinggal di Asrama, namunfaktanya malah diduga jadi korban pemerasan dan tinggal dengan majikan. Bahkanlebih parah dugaan melanggar HAM yakni, korban Icut sebagai pekerja migranIndonesia, saat bekerja dipaksa harus buka jilbab,” ungkap Hendro melalui keterangan tertulis di Medan, Minggu (29/1/2023).
Padahalsaat sebelum diberangkatkan tidak ada klausul tersebut,” beber kedua pasutriitu kepada Hendro Susanto yang juga wakil rakyat dari daerah pemilihan KotaBinjai dan Kabupaten Langkat ini.
Menyikapipengaduan itu, Hendro menyatakan ada beberapa langkah yang sudah diberikan danadvokasi terhadap dugaan human traficking yang ada unsur pemerasan padakeluarga korban tersebut.
“Yaknikita menyarankan agar keluarga untuk membuat laporan ke pihak aparat penegakhukum kepolisian,”katanya.
SelanjutnyaFraksi PKS DPRD Sumut melalui Hendro Susanto juga langsung berkoordinasi denganKepala BP3MI Povinsi Sumut yakni Siti.
“Kitaminta bu Siti ajib memfollow up ke keluarga korban dan ke lokasi agencyP3MI,”tegas Hendro.
Kemudian,lanjut Hendro Susanto, menelpon bu fitri sebagai Kabid di OPD PPPA(Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Provsu, untuk segera menanganikasus tersebut.
“Jangansampai anak bu Safitri ini mendapatkan hal-hal yang tidak manusiawi sertakekerasan fisik,”tegas Hendro.
FraksiPKS DPRD Sumut juga sudah melaporkan ke pimpinan Komisi IX DPR RI yakni DRMufidah dari Fraksi PKS, agar dibantu untuk menghubungi Kepala BadanPerlindungan Pekerja Migran Indonesia (Bp2MI) bapak Benny Rhamdani.
“Yakniagar korban Icut di Malaysia, bisa dibantu oleh KBRI di Kuala Lumpur untuksegera diselamatkan,” pungkasnya.
Redaksi