Kitakini.news -DinasPerdagangan Sumut bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha Wilayah I, melakukansidak harga ke Pasar Simpang Limun Medan, Sumatera Utara, Kamis (30/1/2025).
Dalam sidaktersebut Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri-Tertib Niaga DinasPerindag ESDM Sumut, Charles Situmorang, menyatakan harga-harga bahan pokok dipasar tradisional cukup stabil dan normal.
Harga bahanpokok selesai natal dan tahun baru cenderung stabil dan stok menjelang bulanpuasa Ramadan diharapkan aman sehingga masyarakat tidak perlu cemas.
Sementara itumasyarakat selaku pembeli mengeluhkan harga-harga di pasaran masih mahal.Nursinta, salah seorang pembeli mengaku harga-harga di pasar tradisional masihmahal.
Harga sembako,menurutnya seperti gula dan beras juga naik dalam tempo 2 bulan terakhir. Diajuga mengeluhkan harga kelapa yang naik cukup tinggi. Kelapa ukuran kecil yangbiasanya dijual dengan harga Rp3 Ribu, kini dijual dengan harga Rp7 Ribu perbuah.
Dia jugamenambahkan sebagai masyarakat yang berpenghasilan rendah, dirinya merasakeberatan dengan harga-harga yang mahal.
Harga yangmahal ini sangat berdampak bagi kehidupannya dan keluarganya. Dia berharap agarharga-harga bisa distabilkan sehingga daya beli masyarakat bisa terjangkau.
Warga lainnya,Redi S menilai pernyataan pejabat Dinas Perindag tersebut sangat bertolakbelakang dengan keluhan masyarakat, terutama dalam kondisi ekonomi yang kurangbaik saat ini. Bahkan ia menduga, pernyataan normal dan stabil itu lebih mengarahkepada kemampuan aparatur pemerintah yang punya penghasilan besar. Sehinggatidak berpengaruh keuangan.
"Coba kitatanya, berapa penghasilan mereka yang sidak ke pasar itu. Mereka pakai standarpenghasilan pejabat, tentu tidak terasa berat. Apalagi mungkin mereka lebihsering belanja ke pasar modern, jadi ya standar harganya beda. Inilah kebiasaanyang sering kita dengar, mengklaim ekonomi masyarakat baik-baik saja, padahalyang dibawah sudah menjerit, mereka nggak dengar," katanya.