Kitakini.news - Bunga langka yang biasa hidup di hutan tropis yakni bungaRaflesia Arnoldi tumbuh mekar di peladangan warga di daerah Aia Tanik KamangMudiak Kabupaten Agam.
Selain Raflesia, di sekitar lokasi juga ditemukan batang bunga bangkai jenisAmorphophalus Titanum, warga pun antusias menjaga dan melestarikan habitatbunga tersebut dari perambahan hutan.
Warga di daerah Aia Tabik, Nagari Kamang Mudiak, Kabupatenagam, Sumatera Barat secara tidak sengaja menemukan bunga Raflesia Arnoldi yangsedang mekar, Jumat (27/1/23).
Bunga ini terlihat berwarna merah hati dengan dengan inti pucuknya yangmerekah. Bunga ini sangat langka dan hidupnya hanya satu pekan lalu layu dan mati.
Win Khoto warga setempat menyebutkan bunga ini berukuran satu meter, memilikilima kelopak, tumbuh di ladang kulit manis milik Pakiah.
Pertama ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari durian,saat ditemukan bunga masih berupa bongkol, di dekatnya terdapat bunga Raflesiayang sudah layu.
Agar tidak diganggu oleh perambah hutan, warga berisiatif memasang garispolisi, warga dan pemilik ladang sudah sepakat menjaga habitat bunga tersebut.
Bunga langka ini termasuk bunga dilindungi oleh pemerintah. Masyarakat dilarangmemiliki atau memperniagakan, memperdagangkan dengan ancaman kurungan dan dendaratusan juta rupiah.
Lokasi ini merupakan kawasan trekking sepeda gunung, motor trail dan offroad.Kawasan Bukit Aia Tabik ini berpotensi menjadi tujuan wisata alam dengantantangan bukit dan habitat bunga langka tersebut dengan daya tariknya.
Sebelumnya pada awal tahun lalu, juga ditemukan bunga bangkai berjenisAmmorphophalus Titanum yang memiliki buah pada batangnya.
Di lokasi yang sama saat ini masih ditemukan batang Ammorphophalus Titanum yangakan mekar menjadi bunga bangkai yang tinggi.
Warga memperkirakan bunga ini akan mekar sempurna dalam dua pekan ke depan.
Habitat bunga langka ini berjarak 10 kilometer dari kota Bukittinggi, untuk ketempat ini pengunjung disarankan menggunakan motor trail atau mobil offroad dan tidak ada tiket yang harus dibayar alias gratis.
Kontributor: Azzareen