Kitakini.news - Terkaitvideo viral di media sosial berisi seorang remaja berinisial, NER (18), yangdituduh mencuri di salah satu Kecamatan Padangsidimpuan Utara, hingga mengalamipengeroyokan masaa, akhirnya Polisi angkat bicara. Namun sang ibu tak terimaperlakukan kepada anaknya yang dikeroyok.
Sebagaimanadalam video yang dibuat oleh ibu dari NER menyebutkan ia meminta KapolresPadangsidimpuan hingga Presiden RI untuk mengusut peristiwa pengeroyokan yangmenimpa anaknya. Ia marah karena anaknya dituduh mencuri dan dikeroyok hinggababak belur dan mendapat perawatan di RSUD Padangsidimpuan.
Ataskeberatan itu, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatnya melalui Kasi Humas,AKP Kenborn Sinaga mengatakan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti laporanorang tua NER tersebut. Kasus mengadili orang atas tuduhan pencurian ini,kepolisian sudah melakukan penyelidikan mendalam.
"Intinya,kami terus bekerja maksimal memberikan pelayanan masyarakat, demi kekondusifanwilayah hukum Polres Padangsidimpuan," kata Kenborn, Rabu (5/2/2025).
Sedangkanterkait kasus dugaan percobaan pencurian itu, Kenborn menuturkan bahwa pihaknyasudah memediasi dua belah pihak yang terkait pada Jumat (17/1/2025) silam,dimana pada hari yang sama kedua hal ini berlangsung.
Beberapaorang remaja katanya, terlibat dalam tuduhan dugaan percobaan pencurian itu.Mereka adalah FRN (16), F (16), RR (16) dan NER. Keempatnya mereka hadirkandalam proses mediasi tersebut. Lalu pihak lain, adalah Parayaan Hasibuan yangmelaporkan dugaan tindak percobaan pencurian tersebut.
Dariproses mediasi itu lanjut Kenborn, para remaja itu meminta maaf atas perbuatanpercobaan pencurian. Begitu juga pelapor yang hadir, bersepakat untuk melakukanperdamaian secara kekeluargaan atas mediasi dari kepolisian.
"Mereka(para remaja) berjanji tidak akan melakukan tindakan percobaan pencurian itudimanapun," ungkapnya.
Selainitu katanya, kedua pihak berjanji tidak saling menuntut untuk hal yangberkaitan dengan tudingan percobaan pencurian itu. Dengan komitmen tidak mengulangiperbuatan tersebut.
Punbegitu, pihaknya masih menangani kasus pengeroyokan, dimana Ibu NER merasakecewa atas apa yang menimpa anaknya, gegara dituduh mencuri dan menjadi korbankekerasan.