Dirut BTN: Aset BTN Bakal Tembus Rp500 Triliun di 2025

Abimanyu - Rabu, 12 Februari 2025 16:57 WIB
Teks foto : Acara Analyst Meeting BTN. (Dok BTN)

Kitakini.news - PTBank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis hingga akhir tahun 2025aset perseroan bakal tembus Rp500 triliun. Hal ini seiring dengan perolehanaset BTN hingga akhir 2024 yang sebesar Rp469,61 triliun yang naik 7%dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp438,75 triliun.

"Ditengah dinamika makroekonomi yang terus berkembang, BTN telah menyiapkanberbagai inisiatif strategis untuk going beyond mortgage dengan solusiperbankan yang komprehensif pada tahun 2025 dalam rangka menciptakanpertumbuhan bisnis yang lebih sustainable, sehat, dan solid. Optimisme kamijuga didorong oleh komitmen pemerintah untuk menyediakan hunian layak dan terjangkaukepada seluruh rakyat Indonesia melalui Program Tiga Juta Rumah," ujar DirekturUtama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2/2025)kemarin.

Nixonmengungkapkan, keyakinan perseroan aset bakal tembus Rp500 triliun bakalditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang solid.Sepanjang tahun 2024, BTN berhasil membukukan penyaluran kredit dan pembiayaansebesar Rp357,97 triliun atau tumbuh sebesar 7,3% secara tahunan(year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp333,69triliun.

Nixonmengatakan, penyaluran kredit BTN pada 2024 terutama didorong oleh bisnis KPRbaik Subsidi maupun Non Subsidi seiring dengan permintaan yang terus meningkatterhadap kepemilikan rumah. Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR SubsidiBTN mencapai Rp173,84 triliun, naik 7,5% yoy dibandingkan tahun 2023. Sementaraitu, KPR Non Subsidi BTN bertumbuh 10,2% yoy menjadi Rp105,95 triliun padaakhir 2024.

Selainitu, BTN juga membukukan pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi(high-yield loans), yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Agunan Rumah (KAR),dan Kredit Ringan (KRING) mencapai 13,9% yoy atau menjadi Rp16,4 triliun padaakhir 2024. Nixon menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh beberapainisiatif strategis, seperti contohnya kerja sama dengan institusi keuangan nonbank untuk KUR, meningkatkan layanan payroll untuk KRING, dan cross-sellingmelalui beberapa nasabah institusi utama BTN untuk KAR.

Kualitaspenyaluran kredit BTN juga dijaga dengan penerapan prinsip kehati-hatian danmanajemen risiko, sehingga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL)gross tercatat di level 3,16% dan diyakini akan terus menurun ke level di bawah3% pada 2025. "Kami menerapkan teknologi untuk menerapkan manajemen risiko yangterintegrasi dan ketat dalam rangka menurunkan NPL ke level yang lebihsustainable," ujar Nixon.

Disisi perolehan dana masyarakat, pada tahun 2024 BTN membukukan pertumbuhan DPKsebesar 9,1% yoy menjadi Rp381,67 triliun dibandingkan tahun 2023 yang sebesar349,93 triliun. Pertumbuhan DPK ini didukung oleh peningkatan dana murah berupatabungan dan giro (current account saving account/CASA) yang kontribusinyamencapai 54,1% terhadap total DPK, naik jika dibandingkan tahun 2023 sebesar53,7%. Pertumbuhan CASA BTN pada akhir 2024 tercatat mencapai 9,8% yoydibandingkan tahun 2023.

Nixonmengatakan, pertumbuhan DPK BTN lebih tinggi dari pertumbuhan DPK industri yangsebesar 4,48% yoy pada akhir 2024 sejalan dengan upaya perseroan untuk terusmeningkatkan transaksi dana murah ritel dan institusi menengah, termasuk daridigital channel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inisiatif transformasiaplikasi mobile banking BTN yakni BTN Mobile menjadi Bale by BTN.

"BTNmencatat pertumbuhan yang pesat di bisnis digitalnya sejak BTN Mobilediperbaharui pada 2023. Jumlah pengguna Bale by BTN yang sebelumnya bernama BTNMobile telah mencapai 2,2 juta pada akhir 2024, meningkat 107% yoy dibandingkantahun 2023. Kami optimistis jumlah user dapat mencapai minimal 3,6 juta hingga4 juta pada tahun ini," tutur Nixon.

Lebihlanjut, Nixon menegaskan, hingga akhir 2024 BTN berhasil menjaga rasio loan todeposit ratio (LDR) di level 93,8%. Level LDR yang terjaga tersebut menunjukkankemampuan perseroan untuk mengelola likuiditasnya di tengah persaingan yangketat di industri perbankan. Sementara itu, BTN membukukan laba bersih sebesarRp3 triliun pada akhir 2024. Nixon mengatakan, BTN optimistis bahwa total asetdapat menembus Rp500 triliun pada akhir 2025 ditopang oleh prospek pertumbuhanyang positif.

Kinerja BTN Syariah Jelang Spin-Off

Seiringdengan aksi korporasi BTN untuk menyapih unit usaha syariahnya, yakni BTNSyariah menjadi Bank Umum Syariah yang ditargetkan rampung pada tahun 2025,pertumbuhan solid juga tercermin dari kinerja BTN Syariah di sepanjang 2024.

BTNSyariah membukukan laba bersih sebesar Rp872 miliar pada akhir 2024, meningkat24,2% yoy dari tahun 2023 sebesar Rp702 miliar. Peningkatan laba bersih BTNSyariah ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat 18,3% yoy menjadiRp44 triliun dibandingkan Rp37 triliun pada tahun 2023. Sementara itu,pertumbuhan double digit juga terlihat dalam perolehan DPK BTN Syariah, yangmencapai 18,7% yoy menjadi Rp50 triliun.

Pencapaiandi sisi pembiayaan dan DPK tersebut menopang peningkatan aset BTN Syariahmenjadi Rp61 triliun pada akhir tahun 2024, naik 11,6% yoy dari tahunsebelumnya sebesar Rp54 triliun. "Pertumbuhan bisnis syariah yang pesat selamatahun 2024 menjadi modal yang kuat bagi unit usaha syariah BTN dalampersiapannya menjadi entitas bank syariah baru. Kami optimistis BTN Syariahakan menjadi pesaing kuat di industri perbankan syariah dengan expertise-nya dibidang pembiayaan perumahan berbasis syariah," pungkas Nixon.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

News

BTN Berikan Relaksasi Kredit 22.879 Nasabah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera

News

Jaring Pengusaha dan Mahasiswa Berbakat di Bidang Ekosistem Perumahan, Pendaftaran BTN Housingpreneur Dibuka

News

BTN Pastikan Likuiditas Rp25 Triliun Terserap Optimal pada Desember 2025

News

Akuisisi BVIS, BTN Bidik BTN Syariah Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua di Indonesia

News

Laba Bersih BTN Naik, Kredit Tumbuh Konsisten