Kitakini.news -KetuaKomisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut)Rony Reynaldo Situmorang mengapresiasi kinerja Bank Sumut yang dapatmempertahankan laba, meski di tengah tekanan ekonomi.
MenurutPolitisi Partai NasDem ini, prestasi Bank Sumut itu patut diacungi jempol dandiharapkan dapat lebih meningkatkan kinerjanya terutama dalam membantuperekonomian masyarakat. Antara lain meningkatkan penyaluran Kredit UsahaRakyat (KUR) dan sebagainya.
"Kamimengapresiasi kinerja Bank Sumut yang meski dalam tekanan ekonomi, tetap dapatmempertahankan laba. Harapannya depan Bank Sumut dapat lebih meningkatkankinerjanya untuk membantu perekonomian masyarakat," ujar Rony kepadawartawan melalui sambungan telepon seluler dari Medan, Kamis (13/2/2025).
Halini disampaikan Rony merespon Bank Sumut yang mampu mempertahankan laba Rp741 Miliarpada 2024, hampir sama dengan tahun sebelumnya Rp740 Miliar.
Tahunini, bank daerah mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah tergerusnya dayabeli masyarakat, penghematan belanja pemerintah, dan perlambatan ekonomi.
Menanggapihal itu, Rony juga meminta agar Bank Sumut lebih berhati-hati terutama terhadapkredit macet.
"BankSumut juga perlu lebih cermat dan berhati-hati, terutama dengan potensi peningkatankredit macet. Tapi jangan sampai jadi alasan sehingga ragu membantumasyarakat," tegas wakil rakyat yang berasal dari daerah pemiliha (Dapil)Sumut X meliputi Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun ini.
Sebelumnya,Direktur Utama Bank Sumut Babay Parid Wazdi mengungkapkan bahwa pihaknya mampumempertahankan laba di tengah pasar keuangan yang bergejolak dan penuhketidakpastian."Tahunini, kami akan mengedepankan prinsip kehati-hatian," ucapnnya.
Babaymenjelaskan, laba rata-rata bank pembangunan daerah (BPD) pada 2024 terkoreksi6,81 persen. Di tengah penurunan itu, Bank Sumut mampu mempertahankan labaterutama ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 9,00 persen secaratahunan dari Rp 29,4 Triliun menjadi Rp31,9 Triliun.
"Pertumbuhankredit itu juga sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dari Rp35,0 Triliunmenjadi Rp35,9 Triliun atau meningkat 2,61 persen. Peningkatan DPK dipicu olehtabungan yang tumbuh sebesar 3,08 persen dan deposito 10,58 persen," beberBabay. (**)