Kitakini.news - Tak terima diberhentikan sepihaksebagai honor tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, SumateraUtara, sebanyak 160 tenaga kesehatan menggelar aksi demontrasi ke gedung DewanPerwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dairi. Mereka meminta agar pemerintahKabupaten Dairi kembali mempekerjakan mereka.
Sambil membentangkan spanduk danposter serta berorasi dengan alat pengeras suara di halaman gedung DPRDKabupaten Dairi, para tenaga kesehatan ini pun langsung diterima oleh KomisiIII DPRD Dairi, Senin (17/2/2025)
Para tenaga kesehatan ini sebelumnya bekerja sebagai tenaga Harian Lepas di 18Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Dairi.
Salah seorang Nakes, Septi SihombingKermudian mengtakan mereka diberhentikan sebagai Tenaga Harian lepas oleh DinasKesehatan Kabupaten Dairi dengan alasan untuk mengefisiensikan anggaran daerahpada tahun 2025 ini.
Kepada para wakil rakyat di DPRDDairi, para tenaga kesehatan ini meminta agar nasib mereka diperjuangkansehingga pemerintah Kabupaten Dairi kembali mempekerjakan mereka sebagai tenagahonorer.
Atas usulan ini, anggota DPRD Kabupaten Dairi dari komisi III berjanji akanmenyampaikan kepada Pemkab Dairi dan mencari solusi untuk memperjuangkanharapan mereka.
Pemberhentian tenaga kesehatan ini dinilai akan berdampak kepada pelayanan kesehatanmasyarakat di Kabupaten Dairi.
Selain kepada anggota DPRD Dari, para Nakes ini juga meminta perhatian DariPresiden Prabowo Subianto dan Bupati Terpilih Kabupaten Dairi, Vikner Sinaga.
Informasi yang mereka terima, pemutusan hubungan kerja ini dampak efisiensianggaran terkait program makan gratis dan pembiayaan Tenaga Pegawai Pemerintahdengan Perjanjian Kerja atau P3K.
Saat bertemu dengan Komisi III DPRD Dairi, para tenaga kesehatan ini jugamengungkapkan dalam kontrak kerja mereka sebelumnya, tertuang perjanjian kerjauntuk bersedia menerima honor selama sepuluh bulan dalam setahun bekerja. (**)