Kitakini.news -GubernurSumatera Utara (Gubsu) Bobby Afif Nasution diharapkan berani menuntaskanpersoalan banjir dan longsor di provinsi ini, yang salah satu penyebabnyadikarenakan sarana dan prasarana termasuk infrastruktur jalan.
"Inimasalah banjir dan tanah longsor kerap jadi keluhan bahkan diprotes masyarakat,karena sarana dan prasarana, termasuk infrastruktur yang memprihatinkan," ujarAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Rudi Alfahri Rangkutikepada wartawan di Medan, Senin (24/2/2025).
Rudijuga mengucapkan selamat bekerja kepada Bobby Nasution dan Surya yang baru sajadilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta baru-baru ini.
Sepertidiketahui, salah satu tugas penting dan membutuhkan keberanian itu seorangGubsu yakni menanggapi Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2025 yang ditekenPresiden Prabowo Subianto, yang berisi tentang efsisiensi anggaran,denganmenargetkan penghematan sebesar Rp306,69 triliun.
Dari jumlah itu, terdapat 10 program kerja Kementerian PUmencakup pembatalan kegiatan fisik, pembangunan infrastruktur dan pelaksanaankegiatan-kegiatan tidak prioritas yang terkena efisiensi Rp81,38 triliun.
Rudi berharap selain mewujudkan program sejumlahprioritasnya, Bobby juga harus melakukan langkah-langkah berani yang selama inidiprotes masyarakat, yakni penanganan banjir dan bencana tanah longsor.
"Untuk banjir saya kira, ini harus dicari sumberutamanya, dan kalau bersentuhan dengan infrastruktur dan bersingguhan denganpemerintah pusat, segera bersinergis untuk mencari pola penanganan strategis,dan prioritas sesuai kemampuan dana yang tersedia. Setidaknya penanganan danpenanggulangan banjir tidak lagi parsial, tetapi menyeluruh dan tuntas," beberPolitisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Sinergitas ini, lanjut wakil rakyat yang berasal daridaerah pemilihan (Dapil) Sumut 12 meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkatini, menjadi salah satu arahan Presiden Prabowo ketika melantik para kepaladaearah, agar Pemerintah Pusat, provinsi, dan kabupaten/kota berada dalam satugaris lurus
Begitu juga dengan jalan nasional Medan-Brastagi-TanahKaro, yang sering terganggu akibat longsor.
"Ini juga harus disenergiskan lagi secara maksimal,terutama pola prioritas penanganan, kewenangan dan percepatan pembangunanjalan, agar lalu lintas tidak terganggu lagi akibat bencana alam di masa yangakan datang," terangnya.
Kawasan jalan yang menghubungkan beberapa kabupaten itu,masuk dalam kawasan obyek wisata unggulan, sehingga perlu langkah berani ditengah efisiensi anggaran.
"Perlu langkah berani yang harus diambil Bobby setidaknyabisa mengakhiri kebuntuan yang selama ini terjadi akibat longsor, polapenanganan dan kewenangan pusat dan daerah," cetusnya.
Rudi optimis Bobby dan Wakilnya Surya dapat bersinergiskarena pengalaman mereka sebelum menjabat Gubsu dan Wakil, adalah keduanyaputra Sumut yang dinilai berhasil saat menjabat Walikota Medan dan BupatiAsahan. (**)