Kitakini.news -Dalamwaktu 2 tahun kedepan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasutionmemastikan seluruh wilayah di Sumut harus mencapai Universal Health Coverage(UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta. Sehingga provinsi ini mencapai UHC di 33kabupaten/kota.
"Kamiberharap seluruh kabupaten/kota di Sumut memastikan keterlibatan kolaborasiantara Pemerintah Provinsi dan Pemkab maupun Pemko," ujar Bobby Nasution dalampidato pertamanya dihadapan 99 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Sumut saat sidang paripurna dewan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin(3/3/2025).
MenurutBobby, kesehatan merupakan salah satu program prioritas yang sangat penting.Apalagi, dengan melihat rendahnya harapan hidup, tingginya Prevalansi Stunting, maraknya penyakit menular, dan perlindunganjaminan kesehatan masyarakat yang perlu terus ditingkatkan. Hal tersebutmenjadi tantangan yang perlu mendapat penanganan khusus.
"Tentunyakita harus bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dari 33kabupaten/kota, baru 11 kabupaten/kota yang tercover UHC. Dalam kesempatan ini,kami menyampaikan Insya Allah," tutur Bobby.
Selainprogram UHC, Bobby Nasution juga menyampaikan 5 Plus 1 Program PrioritasPembangunan semalam memimpin Sumut bersama Wagubsu Surya.
Programprioritas tersebut yakni kesehatan, infrastruktur, ekonomi dan UMKM, pangan,serta pendidikan dan sumber daya manusia (SDM). Sedangkan program plusnyaadalah program khusus di setiap daerah.
"Programpembangunan di Sumut perlu diperkuat untuk menyempurnakan pelaksanaan Asta Citasebagai pedoman pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,"imbuh Bobby.
Untukmencapai Indonesia Emas 2045, menurut Bobby, SDM menjadi komponen utama yangharus diperhatikan. Bonus demografi menjadi salah satu poin untuk mencapaiIndonesia Emas. Untuk itu SDM yang baik harus dipersiapkan, mulai dariberkeluarga sampai berada di kandungan ibunya.
Bobbymenjelaskan, infrastruktur pembangunan di Sumut diketahui belum merata.Rendahnya kualitas infrastruktur menyebabkan terhambatnya distribusi pangan danpembangunan. Karena itu, melalui infrastruktur yang merata, terhubung, danramah lingkungan.
Lebihlanjut Bobby mengatakan, bahwa Pemprovsu bukan hanya ingin menyediakaninfrastruktur jalan dan jembatan, tapi juga irigasi, sekolah, rumah sakit,penyediaan listrik, rumah layak huni, sanitasi dan air bersih. Tapi jugamemastikan kontinuitas di daerah terpencil."Dengandemikian transportasi dan distribusi barang dapat dirasakan masyarakat termasukdi daerah pedesaan," ucapnya.
Sementaradi sektor ekonomi, lanjutnya, tentunya harus berbanding lurus dengan kondisiinfrastruktur dan tercermin pertumbuhan industri pengolahan dan pemberdayaanUMKM.
"Kamiingin pelaku UMKM harus mendapatkan tempat, mengenal digitalisasi. Kamimenginginkan para pelaku UMKM bisa terlibat langsung, ikut serta membangunSumut, berkolaborasi dengan korporasi di Sumut. Untuk memperkuat stabilitasmakro dan menjadikan Sumut sebagai pusat bio industri dan pariwisata global,diperlukan langkah strategis terpadu seperti hilirisasi industri, inovasiteknologi, pemanfaatan energi terbarukan, dan penerapan ekonomi hijau dan pemanfaatandigitalisasi," bebernya.
Pemerataanekonomi juga didorong oleh pemberdayaan koperasi melalui akses pembiayaanmelalui BUMDES dan ekonomi desa.Programprioritas selanjutnya adalah pertanian. Swasembada pangan adalah salah satutarget Presiden RI.
Untuk itu, kata Bobby Nasution, Sumut harus bisa mengambilperan dari target tersebut, dengan menerapkan modernisasi pertanian, sepertimemastikan peningkatakan produksi, dan penurunan HPP. Sehingga para petanisejahtera dan masyarakat bisa menikmati kebutuhan pangan asal Sumut sendiri.
Masihkata Bobby, seperti diketahui bahwa sejumlah wilayah di Sumut pendidikannyabelum begitu baik. Dirinya menyebutkan ada sekolah belum teraliri listrik,belum tersentuh digital dan internet.
"Dalamdua tahun kedepan, seluruh sekolah di Sumut layak dijadikan tempatpembelajaran. Ada listrik, internet, sehingga pendidikan berjalan denganbaik," tukasnya.
Selainlima program prioritas tersebut, Bobby Nasution juga menyampaikan program plussebagai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Dia menyampaikan,program tersebut khusus diterapkan berdasar basis di setiap daerah.
Iamencontohkan, seperti dilakukan khusus di wilayah pariwisata, wilayah terluarseperti Nias. Seperti diketahui bahwa ada empat daerah tertinggal di Sumut.Bobby berharap daerah-daerah tertinggal tersebut minimal bisa berkurang danmaksimal tidak lagi menjadi daerah tertinggal.
"Kamipercaya seluruh komponen Sumut bisa mendukung dan men-support program yang akankami lakukan dan jalankan," pungkasnya. (**)