Kitakini.news - MasyarakatDesa Simonis, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) memintaPemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melanjutkan kembali penyelesaianpembangunan jalan penghubung Labura-Toba yang hanya berkisar 7 sampai 8Kilometer lagi.
Sebab,jalan penghubung Labura-Toba tersebut merupakan akses vital untuk saranatransportasi bagi masyarakat 2 kabupaten yang akan mengangkut hasil pertanianmaupun kebun.
"Bilajalan penguhubung Labura-Toba ini semuanya tuntas dibangun, maka akan dapatmeningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, jarak dan waktu tempuh yangdilakukan bisa lebih cepat bila melalui jalur ini," ucap Warga Desa Simonis,Kecamatan Aek Natas saat menyampaikan aspirasi dihadapan Ketua Dewan PerwakilanRakyat Daerah (DPRD) Sumut, Erni Ariyanti Sitorus SH M.Kn saat menggelar Resesdi daerah tersebut, Selasa (11/3/2025).
Jokowi, ketika masih menjadi Presiden beberapa waktu lalu melihat jalan rusak di Labura.
Menanggapiaspirasi warga, Erni menjelaskan bahwa jalan penghubung Labura-Toba itu sudahdibangun beberapa waktu lalu dengan tujuan sebagai sarana dan prasaranapenghubung 2 kabupaten serta peningkatan perekonomian masyarakat.
"Namunsampai hari ini, masih ada beberapa ruas jalan sepanjang 7 sampai 8 Kilometeryang belum diaspal Hotmix (Menuju Parsuburan) Kabupaten Toba. Meski demikiansebagai wakil rakyat, saya akan mengupayakan agar Pemprovsu segera melanjutkanpembangunan maupun perbaikan terhadap kondisi jalan penghubung tersebut,"terang Erni yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 6 meliputiKabupaten Labura, Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Ernijuga mengungkapkan, bahwa desa-desa yang masuk dan berada disepanjang JalanPenghubung Labura-Toba ini memiliki sumber daya alam (SDA) yang potensialmeningkatkan perekonomian daerah. Sehingga akses jalan ini memang sangatdibutuhkan warga masyarakat kedua kabupaten tersebut.
"Usiakegiatan Reses ini, saya akan menyampaikan aspirasi bapak/ibu kepada Gubsu,Bapak Bobby Nasution pada sidang paripurna. Tak hanya itu, saya juga akanmembahas hal ini dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumut bersamaPemprovsu, guna mengetahui berapa anggaran yang ditampung dan mekanismepelaksanaannya," pungkas Erni. (**)