Aksi Tolak UU TNI di DPRD Sumut Ricuh, Sejumlah Mahasiswa Pingsan

Azzaren - Jumat, 28 Maret 2025 12:00 WIB
Teks foto : Seorang mahasiswi pingsan akibat bentrokan yang terjadi dengan polisi saat aksi menolak UU TNI. (Azzareen)

Kitakini.news - Aksi unjuk rasamenolak UU TNI yang dilakukan puluhan mahasiswa di DPRD Sumut, berlangsungricuh. Bentrokan tak dapat dihindari antara massa dengan pihak kepolisian.Akibatnya sejumlah mahasiswa ada yang terluka dan pingsan, Kamis (27/3/2025).

Keributan terjadi saatmahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat SumateraUtara (Akbar Sumut) mencoba masuk ke dalam halaman gedung DPRD Sumut. Merekameminta agar ketua DPRD Sumut atau anggota dewan, menemui mereka untukmenanyakan keberpihakan para anggota dewan.

Pagar gedung DPRDSumut yang dijaga sejumlah anggota kepolisian, membuat massa aksi tak bisamasuk. Mereka melakukan sejumlah aksi agar diizinkan masuk, diantaranya denganmemblokir jalan umum. Bahkan mereka sempat menahan sebuah mobil plat merah danmemaksa penumpangnya turun.

Sejumlah massa aksimenderita luka dan bahkan ada seorang mahasiswi yang pingsan dan terpaksadigotong rekan-rekannya. Tim medis dari massa aksi segera memberikanpertolongan bagi rekan-rekannya yang terkena pukulan polisi.

Massa Perempuan, LustyMalau mengecam tindakan aparat. Data sementara Akbar Sumut, ada dua perempuanyang menjadi korban kekerasan. Seorang massa perempuan diduga ditendang dibagian perut dan dipukul.

Dikatakannya pihaknyahanya ingin masuk ke dalam rumah rakyat. Tetapi tidak disambut positif. Tidak adasatu pun anggota DPRD Sumut yang turun, malah dirinya dan kawan-kawannyamendapat aksi kekerasan.

"Kitamenyayangkan, padahal kita sudah dari jam 10 pagi di sini, kita ingin masuk kerumah rakyat dengan baik-baik tapi tidak disambut secara positif dari merekabahkan dari DPR tidak ada yang turun menemui kami," ujar Lusty.

Polisi mencoba datanguntuk memastikan keadaan kedua mahasiswa itu baik-baik saja. Namun massa dantim medis enggan memberikan ruang tersebut dan mengusir polisi.

Salah seorang massapengunjuk rasa, mengaku dipukul oleh pihak polisi pada bagian punggungnya,sehingga menimbulkan memar.

Amatan di lokasi aksidi depan gedug DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Medan Petisah, massaaksi masih blokir jalan pada sore harinya dan jalan ditutup akibat massamembakar ban.

Editor
: M Iqbal

Tag:

Berita Terkait

News

Fraksi PAN DPRDSU Bangga Dudy Purwagandhi Pimpin DPD PAN Sumut

News

Subandi: Arah Pembangunan Era Presiden Prabowo Makin Jelas

News

Aswin Parinduri Apresiasi dan Dukung Bobby Lakukan Percepatan Pembangunan di Nias

News

Subandi Minta Uji Lab Tuntas, Proses Hukum Terbuka dalam Kasus Dugaan Keracunan Siswa

News

F-PDIP DPRD Sumut Sambut Positif Perintah Prabowo Usut Tuntas Tambang Ilegal di Berbagai Daerah

News

Keracunan MBG di Karo, Rudi Alfahri: Harus Diusut Secara Menyeluruh dan Transparan