Kitakini.news - Ratusanorang berunjuk rasa menuntut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Riaumenuntaskan laporan kasus perjalanan dinas fiktif di DPRD Riau.
Massamenyayangkan penyelidikan skandal keuangan yang merugikan negara Rp136 miliarini berjalan lamban.
Ratusanpemuda menggelar aksi di depan Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunanatau BPKP Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (11/4/2025). Pengunjuk rasamendesak auditor memberikan jawaban terkait dugaan korupsi perjalanan dinasfiktif di Sekretariat DPRD Riau.
MenurutJuru Bicara Aksi, Kornel, penyelidikan skandal keuangan daerah ini sudahberjalan enam bulan. Namun, hingga kini belum terungkap adanya pejabat yangbertanggung jawab.
Padahalperhitungan sementara kerugian negara menurut BPKP Riau sudah mencapai Rp136miliar. Massa minta BPKP Riau segera menyerahkan laporan audit kepada PoldaRiau agar penyelidikan kasus ini tuntas dan ditetapkan tersangka.
PimpinanBPKP Riau berjanji menyerahkan hasil penghitungan kerugian negara ke Polda RiauMei 2025 mendatang.
Dugaankorupsi surat perintah perjalanan dinas atau SPPD di Sekretariat DPRD Riaumendapat sorotan masyarakat. Kasus ini terungkap setelah ditemukan 35 ributiket pesawat fiktif dalam perjalanan dinas pegawai dewan.
PoldaRiau sudah memeriksa mantan Sekretaris DPRD Riau Muflihun dan ratusan saksi.Polisi juga menyita apartemen, homestay, rumah dan kendaraan yang diduga dibelidari uang perjalanan dinas fiktif.