Kitakini.news - Rautkesedihan terpancar jelas di wajah Eli (41 tahun) saat menceritakan nasibadiknya, Dian alias Pesek (33 tahun) yang kini hilang di Kamboja. Eli punmemohon kepada Presiden RI Prabowo Subianto supaya dapat dibantu menemukan danmemulangkan adiknya yang hilang di Kamboja.
Kasushilangnya Dian alias Pesek yang bekerja sebagai admin judol viral di media sosial,khususnya di wilayah Binjai dan Langkat.
Beberapapostingan di media sosial menyebarkan gambar wajah Dian alias Pesek warga JalanMelinjau, Lingkungan II, Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Timur.
Isipostingan tersebut bertuliskan dicari orang hilang kerja di Kamboja. Terakhir,keluarga kehilangan kontak komunikasi pada 10 Oktober 2024 lalu. Bagi siapayang mengetahui Dian di Kamboja, keluarganya berharap dapat segera dihubungi.
DiceritakanEli, Dian adiknya berangkat dari Binjai untuk bekerja ke Kamboja pada Rabu 20Agustus 2024 lalu. Sebelum berangkat Dian sudah meminta izin kepada Eli dankeluarganya di Binjai.
"Udahpermisi sama keluarga. Bilangnya kak saya mau pigi ke Kamboja ikut sama Dioteman dekatnya, ya! masih satu kampung juga," ujar Eli, Kamis (10/4/2025).
Sesampainyadi Kamboja, kata Eli, Dian adiknya masih sering berkomunikasi dengan keluargadari ponsel. Terhitung ada dua bulan masih sempat komunikasi.
Kepadakeluarga, Dian mengabarkan kondisinya yang sekarang sudah bekerja sebagai adminJudol di Kamboja. Cuma kalau tidak dapat mencapai target, Dian mengaku seringmendapat hukuman seperti pushup.
Selamabekerja di Kamboja, Dian mengaku kepada keluarga mendapat gaji senilai Rp7 Juta.Gaji itulah yang menjadi alasan Dian tertarik untuk berangkat kerja ke Kamboja,meskipun secara ilegal.
DijelaskanEli selama disana Dian selalu berkomunikasi dengan keluarga setiap dua atautiga hari sekali. Hingga akhirnya pada Oktober 2024, keluarga dibuat kebingungankarena tak pernah mendapat kabar lagi dari Dian.
Sempatterakhir kali menelepon, sambung Eli, mengabarkan bahwasanya Dian akandipindahkan ke perusahaan lain pada 25 Oktober 2024. Namun setelah itu tidakada lagi kabar.
"Nahpada tanggal 27 bulan Oktober 2024 itulah kami gak bisa lagi berkomunikasi samadia," kata Eli saat ditemui di kediamannya.
DijelaskanEli, meski sudah berulangkali dihubungi melalui telepon, namun Dian tidak bisalagi dihubungi. Begitu juga saat dikirimkan pesan singkat whatsapp untukmencari tau keberadaannya juga tak mendapat balasan.
Halinilah yang membuat keluarga menjadi bingung untuk mencari keberadaan Dian diKamboja. Apakah masih ada ataukah sudah hilang karena tidak ada lagi kabarnya.
Terlebih,saat pihak keluarga mendapat kabar dari Dio teman Dian yang juga bekerja diKamboja. Katanya Dian ada masalah gangguan psikologis saat menyaksikan rekankerjanya mendapat siksaan di setrum listrik oleh petugas perusahaan tempatnyabekerja di Kamboja.
Mendengaritu, Eli sempat memohon kepada Dio untuk memulangkan adiknya tersebut kembalike tanah air, meski harus mengganti ongkos kepulangannya. Namun Dio ketika itumengatakan tidak ada masalah apa-apa dan Dian mungkin sedang diobati disana.
Namunpihaknya keluarga tetap bersikeras untuk mengetahui kondisi Dian disana,minimal bisa video call. Tapi oleh Dio mengatakan tidak bisa dan berjanji kalaudirinya pulang nanti akan membawa Dian juga. Hingga akhirnya ketika keluargaDian mencoba kembali menghubungi nomor Dio ternyata juga sudah tidak aktif.
Disinggungtentang alasan keluarga membiarkan Dian berangkat kerja ke Kamboja, Elimenjelaskan sebagai orang awam keluarganya jujur tidak mengerti jenis pekerjaanapa yang akan dikerjakan oleh Dian adiknya tersebut selama di Kamboja.
Namunkarena jumlah gaji yang menggiurkan hingga Rp10 Juta per bulan, keluarga punmerelakan kepergiannya. Setelah viral banyaknya pekerja di Kamboja yangdisiksa, barulah keluarga faham kalau pekerjaan adiknya tersebut adalah ilegalsebagai admin judol.
"Inilahkami masih berusaha terus untuk mencari tau keberadaannya sekarang sama orangyang berangkatkan kerjanya ke Kamboja katanya namanya Buk Wiwik tinggalnya dibelakang Binjai Super Mall (BSM)," sebutnya.
Dianmerupakan anak keenam dan 7 bersaudara. Sedangkan, kedua orangtuanya sudahtidak ada lagi. Selama di Binjai, Dian tidak memiliki pekerjaan tetap.
Diahanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah rendah. Sehingga ketika adatawaran berangkat bekerja ke Kamboja, meskipun ilegal dengan gaji besar, Dianpun menjadi tertarik.
KisahDian yang hilang di Kamboja merupakan satu dari banyaknya cerita suram dibaliktentang nasib pekerja asal tanah air selama bekerja sebagai admin judol diKamboja. Tidak sedikit jumlah mereka disana yang mengaku sering mendapatsiksaan hingga tidak tahan minta dipulangkan ke tanah air.